TEMUI BUPATI - Dua warga Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, yang sedang berkonflik dengan manajemen PT GNI menemui Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi. (Foto: Istimewa)

Morut, Metrosulawesi.id – Dua warga Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, yang sedang berkonflik soal penggunaan jalan raya dengan manajemen PT.Gunbuster Nickel Indonesia (GNI), menemui Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi untuk melaporkan permasalahan yang sedang mereka alami.

Kedua warga tersebut bernama Arsyad dan Saharuddin, yang datang untuk mewakili keluarga M.Yahya yang sedang terlibat konflik dengan GNI karena M.Yahya sempat memblokir jalan masuk PT.GNI.

Alasannya, keluarga M. Yahya merasa berhak atas lahan yang digunakan sebagai jalan tersebut, namun pihak pemerintah desa dan GNI mengabaikan tuntutan-tuntutan dan aspirasi mereka selama ini.

“Itu sebabnya kami melakukan aksi-aksi di lapangan seperti memalang jalan. Itu sebagai upaya kami meminta perhatian agar masalah ini lekas diselesaikan,” ujarnya.

Kepada bupati, Arsyad dan Saharuddin meminta bantuan untuk menyelesaikan persengketaan mereka dengan pihak GNI ini.

Keduanya mengakui bahwa terkait sengketa soal jalan ini, sedang berlangsung proses hukum perdata dan pidana. Proses perdata berjalan atas pengaduan keluarga Yahya sedangkan proses pidana bergulir di Polres Morut atas laporan GNI soal penghalangan aktivitas perusahaan di jalan yang disengketakan itu.

Arsyad dan Saharuddin mengatakan bahwa selama sengketa ini dijembatani pemda, mereka tidak akan melakukan aksi-aksi di lapangan yang menghalangi penggunaan jalan yang dipermasalahkan. Kepada Arsyad dan Saharuddin, Bupati Delis yang didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Viktor Tamehi mengatakan akan mempelajari dulu kasus tersebut dan akan menindaklanjutinya dengan rapat bersama Kepala Dinas PU, Camat Petasia Timur, dan Kades Bunta.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas