VAKSINASI - Tampak warga binaan pemasyarakatan mengikuti vaksinasi Covid-19 di Lapas Palu, baru-baru ini. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Vaksinasi Covid-19 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Sulawesi Tengah telah mencapai 75 persen. Total WBP sekitar 3.000 lebih tersebar di 12 Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara (Lapas-Rutan) di Sulteng.

“Ini suatu keberhasilan mengingat kendala yang dihadapi seperti  tidak adanya identitas kependudukan, ketersediaan vaksin dan sebagainya,” terang Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi, melalui keterangan tertulis, Selasa 28 September 2021.

Program vaksinasi WBP  diyakini sebagai salah satu harapan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 di Lapas dan Rutan. Adanya program vaksinasi dengan berbagai merek dan tingkat efikasinya diyakini upaya perlindungan dari ancaman pandemi Covid-19 demi tercapainya kekebalan tubuh para warga binaan. 

“Tentunya bukan tanpa alasan dan dasar ilmiah memposisikan vaksinasi sebagai alternatif pengendalian Covid-19,” ucap Kakanwil.

Itu karena berakhirnya pandemi Covid-19 masih belum terpastikan meski berbagai riset dan pakar memperkirakan berakhir pada pertengahan atau pengujung 2021. Hal ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak, termasuk jajaran Lapas dan Rutan di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, Gamal Bardi, bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Palu dan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Palu, menemui Gubernur H Rusdi Mastura, Selasa 10 Agustus 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Gamal menyampaikan permohonan kepada Gubernur Sulteng untuk percepatan bantuan vaksin Covid-19 bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Palu. Permohonan percepatan sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu.

“Kami berharap untuk pendistribusian vaksin dan penyuntikan bagi WBP perlu dilaksanakan sesegera mungkin agar dapat mencegah terkena atau mengurangi dampak gejala Covid-19,” ucap Gamal.

Saat itu, Kalapas Palu Gamal juga meminta bantuan Alat Pelindung Diri (APD), tabung oksigen, obat-obatan dan peralatan yang akan digunakan untuk penanganan Covid-19 di dalam Lapas.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas