Terlihat pelaku UMKM yang bersemangat dalam mengikuti kegiatan pasar jajanan tradisional yang diinisiasi oleh Sahabat mesjid. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Salah satu lembaga kemanusian yaitu Sahabat Mesjid saat iniĀ  memberdayakan ekonomi warga penyintas bencana untuk menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sementara itu, pemilihan lokasi kegiatan jajanan tradisional UMKM bertempat di Huntara Lere yang hingga kini masih dihuni kurang lebih sekitar 70 kepala keluarga (kk) atau seratusan jiwa.

Ketua Panitia, dr. Lili Suriani menjelasan berbagai varian makanan dan minuman tradisional yang dijajakan tersebut akan disantap bersama-sama dengan warga yang berada di Huntara Lere.

“Kita khususkan untuk warga penyintas bencana yang masih bertahan di hunian sementara (Huntara). Kami melibatkan sebanyak 13 UMKM dalam kegiatan ini,” jelasnya, Senin (28/9/2021).

Pihaknya berharap terselenggaranya acara ini semoga terus menjalin silaturahmi antara warga terdampak bencana gempa bumi, likuefaksi, dan tsunami yang pernah melanda Kota Palu.

“Kita tetap merangkul dan memberdayakan ekonomi mereka. Insyallah kami juga akan mengajak lembaga kemanusian lainnya untuk bersinergi membantu sesama,” katanya.

Seperti diketahui, Sahabat Mesjid mengunjungi dan mengadakan kegiatan itu dalam rangka memperingati tragedi kemanusiaan bencana alam yang telah memasuki tahun ke tiga.

“Melihat kondisi mereka banyak bekerja serabutan. Makanya kami menginisiasi program ini sebagai langkah mendorong peningkatan ekonomi masyarakat khususnya warga korban bencana,” ujarnya.

Dikatakan, untuk sistem transaksi yang digunakan melalui kupon bazar yang sudah dibeli para donatur. Sehingga warga Huntara Lere bisa langsung datang mengambil jajanan tersebut.

“Dan sebagian besar UMKM yang kami ajak ialah merupakan warga di Huntara Lere yang menjual berbagai kuliner maupun jajanan tradisional khas Kota Palu,” ujarnya menambahkan.

Nursanti, salah satu UMKM mengaku senang adanya acara tersebut. Pasalnya, lanjut dia, sejak pascabencana hingga masa pandemi covid 19 omset penghasilan semakin menurun.

“Alhamdulilah kami berterima kasih kepada lembaga Sahabat Mesjid yang sudah memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjajakan jualan makanan tradisional,” ucap Nursanti.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas