Hj Saddi, salah satu pedagang yang menjual pakan ternak ayam di Pasar Masomba, Jalan Tanjung Satu, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Tingginya harga jagung untuk pakan ternak khususnya ayam petelur ditingkat pengecer yang ada di Kota Palu hingga kini terus mengalami kenaikan selama dua bulan terakhir ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleha salah satu penjual pakan ternak, Hj Saddi ditemui Metrosulawesi di lapaknya yang berlokasi di Jalan Tanjung Satu, Kota Palu, Selasa (28/9/2021).

Ia menyebutkan harga jagung kering yang dijualnya mencapai Rp7 ribu perkilogram. Sebelumnya, Saddi mengaku harga jagung hanya dikisaran kurang lebih sekitar Rp5.000-Rp5.500 perkilogram.

“Naik Rp1.500 kalau jagung yang belum digiling halus, ini karena faktor dari cuaca tidak menentu dan sekarang susah dapat jagung, sehingga berpengaruh pada harga pakan,” ungkap Saddi.

Bahkan, dirinya mengatakan ditambah lagi dengan pembelian yang semakin berkurang dari para peternak ayam. Menurutya, hal itu diawali dengan adanya pandemi covid 19 atau virus corona.

Sama halnya disampaikan Ama yang juga pengecer pakan ternak unggas di seputaran pasar induk tradisional (PIT) Masomba. Naiknya harga, kata dia, membuat penjualan semakin tergerus.

“Kami sebagai penjual tidak tahu penyebab jagung naik itu karena apa. Tiba-tiba saja stoknya dibatasi dan setengah mati kita dapatkan, baru harga semakin tinggi,” tutur Ama.

Ia berharap agar secepatnya pemerintah pusat dan daerah bisa bekerja sama dalam menangani persoalan ini. Pasalnya, lanjut dia, jika dibiarkan begitu saja akan membuat ekonomi semakin anjlok.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas