BERI PENJELASAN - Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura memberikan penjelasan soal perkembangan kasus positif Covid-19 Sulteng di kantornya, Senin 6 September 2021. (Foto: Admin Pimpinan)
  • Kasus Covid di Sulteng Melandai

Palu, Metrosulawesi.id – Kabupatan dan Kota di Sulawesi Tengah kini tidak ada lagi yang PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat)-nya berada di level 4. Semua daerah di Sulteng kini berstatus PPKM level 3 dan 2.

Seiring dengan itu, Gubernur H Rusdy Mastura mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka alias pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah sudah bisa dilakukan secara terbatas.

“Pelaksanaan PTM atau pembelajaran di sekolah secara tatap muka terbatas harus tetap memperhatikan ketentuan perundangan,” ucap Gubernur Rusdy Mastura di Palu, seperti dikutip dari Antara, Kamis 23 September 2021.

Rusdy mengatakan kesehatan dan keselamatan siswa, tenaga pendidik dan kependidikan, menjadi arus utama dalam pelaksanaan PTM. Karena itu, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, harus benar-benar diterapkan secara ketat.

“Ini tidak boleh kendor, karena rakyat harus kita lindungi,” ungkap gubernur.

Gubernur menyatakan vaksinasi harus tetap dilaksanakan, agar terbangun kekebalan tubuh masyarakat, sehingga penularan Covid-19 dapat dikendalikan dengan baik.

Gubernur Sulteng Rusdy Mastura menerbitkan surat edaran nomor 420/855/Satgas Covid-19 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dan penataan pelaksanaan kegiatan ekonomi masyarakat.

Edaran itu ditujukan kepada bupati dan wali kota se-Sulteng serta Forkompimda dan Dinas Pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulteng.

Dalam edaran itu Gubernur menyatakan kepada pihak-pihak tersebut agar melaksanakan pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan dengan tetap berpedoman pada surat keputusan bersama Menteri Pendidikan, menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.

Gubernur juga meminta kepada pihak tersebut agar segera melakukan kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat dengan tetap berpedoman pada Instruksi Mendagri dan tetap memprioritaskan perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Iya, penyelenggaraan PTM dan pemulihan ekonomi masyarakat harus tetap mengacu pada ketentuan-ketentuan tersebut,” ujarnya.

Penambahan kasus Covid di Sulteng dalam beberapa har terakhir ini teta- melandai. Data yang diperoleh dari Pusdatina Covid Sulteng meyebutkan, penambahan kasus Covid di Sulteng pada Kamis 23 September 2021, sebanyak 111 kasus, sehingga total kasus Civid di Sulteng sebanyak 45.908 kasus.

Penambahan terbanyak dari Kabupaten Sigi sebanyak 28 kasus, disusul Parigi Moutong 24, Buol 15, Kota Palu 14 dan Kabupaten Poso sembilan kasus. Angka pasien sembuh pun terus bertambah. Pada Kamis terjadi penambahan sebanyak 157 orang. Terbanyak dari Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 49 orang, Tojo Unauna 31 orang, Buol 29 orang, Poso 13 orang, Kota Palu sembilan orang.

Juru Bicara Pusdatina Covid Sulteng, Adiman mengatakan, sampai Kamis 23 September 2021, pasien Covid yang menjalani perawatan sebanyak 1.322 orang. Sebanyak 1.007 menjalani isolasi mandiri, sisanya 315 orang dirawat di sejumlah rumah sakit.

“Sedangkan yang masih dalam proses lab Dinas Kesehatan sebanyak 301 sampel,” pungkasnya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas