DEMO - Mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso gelar aksi protes terhadap Rektor Suwardhi Pantih, Selasa 21 September 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Mahasiswa Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso gelar aksi protes terhadap Rektor Suwardhi Pantih. Aksi mahasiswa berlangsung Selasa 21 September 2021 di halaman kampus dengan membakar ban sambil berorasi.

Aksi yang diprakarsai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini menjadi perhatian mahasiswa termasuk para dosen dan pihak Yayasan Sintuwu Maroso.

Ditemui awak media sesudah  gelar orasi, Ketua BEM Unsimar Poso Akbar Badjeber mengatakan, aksi solidaritas mahasiswa Unsimar saat ini sehingga dilakukan protes atau demo yakni ada tiga item pokok persoalannya.

Pertama kata Akbar, terkait isu skandal hubungan Rektor dan dosen Unsimar yang saat ini lagi ramai diperbincangkan dan di medsos sudah banyak yang tahu.

“Tentu dugaan kasus ini sangat mencoreng nama baik Universitas Sintuwu Maroso, olehnya mahasiswa berharap kepada Rektor untuk terbuka dan mengklarifikasi hal tersebut, biar persoalan jelas dan nama baik universitas pulih kembali, berikan klarifikasi secara menyeluruh kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademik Unsimar Poso secara keseluruhan,” tegas Akbar Badjeber.

Kedua kata Ketua BEM Unsimar Poso ini, tidak adanya transparansi soal dana atau anggaran yang ada saat ini yang dikelola pihak universitas.

“Persoalan ketiga hingga adanya aksi solidaritas yang dilakukan mahasiswa dimana begitu mahalnya atau terjadi kenaikan biaya wisuda, kondisi saat ini yang kita ketahui bersama dimana suasana pandemi Covid 19, kita begitu susah dalam hal perekonomian, olehnya sangat tidak populer pihak universitas menaikkan biaya wisuda yang dinilai sudah terlalu tinggi, tertutupnya informasi soal keuangan universitas merupakan kejanggalan, sehingga kalau tidak ada kejelasan dari tiga point yang menjadi tuntutan mahasiswa, maka mahasiswa akan segel kampus sebagai bentuk protes,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sintuwu Maroso Poso Yan Edward Guluda SH MH kepada wartawan terkait tiga point yang menjadi tuntutan dikatakan Yan, khusus point satu terkait dugaan isu perselingkuhan Rektor Unsimar dengan salah satu dosen, pihak yayasan sudah membentuk atau menugaskan komisi disiplin dan kode etik Unsimar untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan dalam kasus tersebut,

“Komisi disiplin yang berjumlah 5 orang yang diketahui Pak Yusran Maruf  sedang melaksanakan tugas terkait persoalan ini,  dalam penelusuran kasus ini, juga  pihak yayasan menunjuk Putera Botilangi dan Suratno, mereka bekerja untuk melakukan penelusuran dalam kasus ini, sementara untuk dua point yang menjadi tuntutan mahasiswa yaitu transparansi keuangan Universitas Sintuwu Maroso serta mahalnya biaya wisuda, selalu ketua yayasan masih akan melakukan rapat bersama pihak yayasan dan rektorat,” tegas Yan Edward Guluda SH MH. Sementara itu, Rektor Unsimar Poso Suwardhi Pantih terkait tuntutan mahasiswa,  belum berhasil ditemui karena sedang rapat bersama pihak rektorat.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas