Misbahudin SH, MH. (Foto: Istimewa)
  • PH Terdakwa Menilai Putusan Hakim Tidak Adil

Donggala, Metrosulawesi.id – Penasehat hukum lima pesepak bola PS Sipi Misbahudin SH, MH menilai putuasan yang dijautuhakn kepada klienya sangat tidak adil.

“Kami akan banding, dan itu hak kami mencari keadailan,Majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala tidak adil, klien kami dituntut 10 bulan penjara, padahal JPU Cuma menuntut 9 penjara,” kata Misbahudin SH, MH Minggu Petang kemarin.

Ia menjelaskan proses banding sudah didaftrakannya di pengadilan negeri Palu tinggal menunggu hasil saja.

Menyangkut diterima atau tidak, yang terpenting tugas sebgai Penasehat hukum melakukan perlindungan maksimal terhadap klien adalah hal utama.

“Ada namanya Judies party tingkat I dan II, itu yang sekarang kami lakukan, menguji kembali putusan hakim pengadilan negeri Donggala yang memfonis klienn saya 10 bulan, padahal JPU Cuma 9 bulan saja tuntutannya,” sebutnya.

“Kalau nantinya proses banding kami ditolak tidak masalah, terpenting kami sudah melakukan perlindungan maksimal terhadap klien, ya…idelanya itu satu putusan  2/3 dari tuntutan, apakah sudah tepat 10 bulan penjara? Sedangkan JPU hanya 9 bulan, ini yang kita uji,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya majelis hakim PN Donggala menjatuhkan putusan dalam perkara pidana dengan nomor register 252/Pid.B/2021/PNDgl dan 253/Pid.B/2021/PNDgl kepada lima pesekbola Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, Moh Rifaldi, dan Ahmad Rizal.

Kelima terdakwa tersebut adalah pemain PS pemain Klub Sepakbola Sinar Jaya Sipi. Kelima terdakwa dijatuhi hukuman dikarenakan insiden pemukulan terhadap wasit yang memimpin jalannya pertandingan.  

“Peristiwa terjadi 07 Maret 2020  sekitar Pukul 15.30 WITA di Lapangan Sepakbola Surya Muda Tanjung Padang Kecamatan Sirenja dilangsungkan pertandingan sepak bola antara Lompio FC melawan Sinar Jaya Sipi dimana dalam pertandingan tersebut, Saudara Muhtar Lembah didapuk sebagai Wasit dan bertugas memimpin jalannya pertandingan,” kata Humas PN Andi Aulia jumat kemarin mencritakan kronologis kejadian. 

“Selanjutnya, pada babak kedua, saat itu pertandingan baru berjalan 14 menit Wasit Muhtar Lembah menghadiahkan kartu merah kepada Terdakwa Moh. Rifaldi (Pemain Sinar Jaya Sipi), akibat pelanggaran keras yang dilakukan terhadap pemain Lompio FC, Pada saat itu, Terdakwa Moh. Rifaldi tidak menerima keputusan Wasit Muhtar Lembah dan langsung menganiayanya, berulang kali dengan menggunakan tangan terkepal yang mengenai rahang sebelah kiri Wasit  Muhtar Lembah,” sebutnya.

Kata Andi lagi Melihat rekan setimnya memukul wasit, bukan malah melerainya, tetapi pemain PS Sinar Jaya Sipi, ikut juga menghantam wasit.

“Moh Rifalldi dibantu rekan setimmnya menegeroyok wasit, mereka adalah Septian Dwi Cahyo, Reski Ardianto, Muzakir, dan Ahmad Rizal yang bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap Wasit Muhtar Lembah, wasit diinjak menggunakan sepatu bola mengenai lengan sebelah kiri dan rusuk sebelah kiri,” bebernya.

Akibat dari perbuatan lima pesepakbola PS Sinar Jaya Sipi, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Donggala menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara kepada Para Terdakwa selama 9 (sembilan) bulan, tapi Majelis Hakim Pengadilan Negeri Donggala telah menjatuhkan putusan naik dari tuntutan JPU.

“Majelis hakim menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Secara terang-terangan dan tenaga bersama melakukan kekerasan terhadap orang Menjatuhkan pidana kepada Para Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas