TANDA BAHAYA - Warga tanam pohon pisang di tengah jalan sebagai tanda bahwa jalan tersebut rawan kecelakaan. (Foto: Metrosulawesi/ Aco Amir)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Banjir di Kabupaten Tolitoli adalah salah satu yang paling terparah di lima tahun terakhir ini. Hujan deras yang turun beberapa hari lalu menyebabkan luapan air bercampur material tanah merah merendam sejumlah kawasan tertentu dan  pemukiman warga dalam kota bahkan rumah sakit milik Pemda juga tak luput diterjang banjir.

Salah satu lokasi terparah pasca banjir menerjang adalah rusaknya Jalan Lanoni di Kecamatan Baolan yang panjangnya kurang lebih 200 meter. Tampak kondisi ruas jalan tersebut yang dulunya beraspal namun kini hampir secara keseluruhan aspal tersebut terbongkar oleh gerusan air bah yang bersumber dari sungai Lembeh.

Mengantisipasi terjadinya rawan kecelakaan di jalan itu sehingga warga berinisiatif menanam pohon pisang tepat di tengah badan jalan yang membentuk kubangan.

Rasid G (52) warga yang tinggal di kawasan jalan tersebut kepada wartawan pada Jumat (17/9/2021) mengatakan, dia  bersama warga lain sengaja menamai pohon pisang di tengah jalan. Hal ini bertujuan memberi tanda agar warga lain terutama pengguna jalan untuk waspada dan berhati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang. Dia juga berharap agar Pemerintah Daerah untuk segera melakukan perbaikan sementara atas kerusakan jalan itu.

“Jalan itu kondisinya rusak parah dan kami minta kepada dinas terkait yang menangani masalah jalan untuk segera bertindak meski hanya melakukan penimbunan di sepanjang kerusakan jalan,” pintanya.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tolitoli Aiz Bestari ST MM belum lama ini meninjau lokasi jalan yang mengalami rusak parah. Kepada media dijelaskan pihaknya akan mengundang pihak eksekutif untuk segera  mencarikan soslusi agar dapat menangani kerusakan fasilitas umum secepatnya serta mencari bagaimana cara untuk mencegah jika hujan turun dengan deras tidak lagi terjadi kebanjiran yang menimbulkan kerugian material dan meresahkan warga.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas