DIALOG - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid sata melakukan dialog interaktif di RRI ProSatu Palu bertajuk Penanganan Banjir, Kamis, 16 September 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid SE menjadi narasumber utama pada acara Dialog Interaktif di RRI ProSatu Palu bertajuk Penanganan Banjir, Kamis, 16 September 2021.

Dalam dialog itu, Wali Kota Hadi mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan aturan  larangan membangun pada alur alam di wilayah Kota Palu.

“Bahkan pada 2022 mendatang akan dilaksanakan penertiban bangunan yang berada di alur alam tersebut. Yang pastinya pembangunan kita adalah berbasis kawasan,” ungkapnya.

Kata dia, dalam dua pekan terakhir ini Kota Palu dan sekitarnya mengalami curah hujan yang cukup tinggi.

“Sehingga di beberapa wilayah tergenang air, tak hanya di jalan saja namun juga sampai ke rumah warga. Ada sejumlah wilayah yang menjadi perhatian selain di wilayah lainnya juga seperti di Jalan Dewi Sartika, Jalan Moh Yamin, Jalan Tanggul Selatan, Jalan Pue Bongo, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro,” jelasnya.

Sehingga, kata Wali Kota Hadi, Pemerintah Kota Palu akan melakukan koordinasi dengan PUPR dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar secepatnya menyikapi problem wilayah-wilayah yang selama ini jadi langganan genangan air saat musim penghujan.

“Semua wilayah tersebut walaupun bukan menjadi kewenangan Pemkot Palu dalam penanganannya akan tetapi punya tanggung jawab untuk berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk bersama sama dalam penangannya. Sehingga semua titik wilayah tersebut sudah masuk dalam upaya pembenahan dan perbaikan, semoga secepatnya bisa teratasi dengan baik,” katanya.

Hadianto mengatakan, yang juga masih menjadi catatan adalah masih kurang sadarnya masyarakat Kota Palu yang masih saja membangun di alur alam atau jalan air.

“Sebab dampak dari pembangunan tersebut menyebabkan sedimentasi pada alur alam itu,” jelasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas