BAWA MATERI - Plt Kadisdikbud Sulteng, Yudiawati Vidiana, saat menyampaikan materi di Seminar Pendidikan yang diadakan FKIP Untad, di salah satu Hotel di Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati Vidiana menjadi narasumber utama mewakili Gubernur Sulteng pada Seminar Pendidikan yang dirangkaikan dengan Dies Natalis Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) Palu  ke-57 tahun, di salah satu Hotel di Palu, belum lama ini.

Di Seminar Pendidikan itu, Yudiawati membawakan materi tentang Kebijakan Pendidikan dengan subtema Kolaborasi Pengembangan Pendidikan Vokasi.

Sesuai harapan dan misi Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura, bahwa khusus pendidikan prioritasnya itu adalah pengembangan pendidikan vokasi.

Banyak hal diulas dalam seminar itu, diantaranya terkait dengan visi misi Gubernur Sulteng, kemudian menjelaskan tentang fokus pendidikan yang meningkatkan kualitas manusia dengan melalui beberapa misi.

Selain itu juga, Yudiawati menyampaikan informasi kepada Keluarga Besar FKIP Untad Palu tentang pembelajaran di masa pandemi saat ini. Mulai dari proses, syarat, dan kosenkuensi selama pembelajaran itu berlangsung.

Yudiawati juga menyinggung soal kolaborasi pelaksanaan pendidikan terkait dengan Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak. Dimana program Sekolah Penggerak merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila.

“Harapan kita peserta didik memiliki karakter profil Pancasila, dengan bernalar secara kritis, mandiri, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kreatif, kemudian tak kalah penting para siswa itu memiliki jiwa rasa gotongroyong, yang mungkin sekarang ini terkikis dan tidak bisa dilihat dari anak tersebut, ” jelasnya.

Di dalam pengembangan pendidikan vokasi, Yudiawati mengatakan, pihaknya mencoba akan mengelaborasi terkait dengan program Sekolah Penggerak dan SMK Keunggulan. Hal ini nanti sebagai sentral dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila.

“Khusus pendidikan vokasi, tentunya berhubungan dengan dunia usaha dan industri, ” ujar Yudiawati, yang baru saja 10 hari duduk jadi Plt Kepala Disdikbud Sulteng.

Yudiawati juga meminta, pihak dari FKIP Untad agar segera membentuk Program Studi (Prodi) Vokasi, dalam hal menanggulangi kekurangan guru vokasi. Sebab dari 185 SMK itu kekurangan 1.000 lebih guru vokasi khusus di daerah Provinsi Sulteng.

“Jadi kami sangat berharap Untad memberikan dukungan terkait dengan kualitas dan mutu pembelajaran vokasi, karena bagaimanapun canggihnya peralatan di SMK, jika tidak dioperasikan oleh guru yang memiliki kemampuan vokasional, maka sulit kita untuk mencetak pelajar-pelajar profil Pancasila yang memiliki kompetensi yang kuat, ” pungkas Yudiawati.

Kata Yudiawati, kenapa bisa Untad mendirikan Fakultas Kedokteran, sementara vokasi hanya dalam wujud Prodi, sedikit sulit didirikan. Pada prinsipnya pemerintah daerah sangat mendukung pendirian Prodi Vokasi dan Fakultas Politeknik yang dikelola oleh Untad.

Seperti diketahui Yudiawati merupakan orang di dunia kesehatan, namun dalam menyampaikan sebuah gagasan pendidikan begitu memukau dihadapan Guru Besar dan Civitas FKIP Untad.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas