drg Herry Mulyadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)
  • Angka Covid-19 di Palu Menurun Signifikan

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg. Herry Mulyadi mengungkapkan, dari 120 tempat tidur yang dipersiapkan untuk menampung pasien terpapar Covid-19, saat ini yang terpakai sisa 23 unit.

“Secara faktual jumlah pasien di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Palu saat ini dalam kondisi menurun, khusus di RS Anutapura betul-betul mengalami penurunan yang luar biasa,” kata Herry, saat dihubungi Metro Sulawesi melalui ponselnya, Kamis,16 September 2021.

Kata Herry, jika dilihat dari angka kasus Covid-19 beberapa waktu lalu, RS Anutapura sempat merawat pasien hingga 200 lebih. Bahkan sejumlah ruangan full sehingga dibangunkan tenda darurat, tetapi sekarang di ruangan IGD saja jumlah pasien sangat sedikit.

“Bisa dilihat tidak ada lagi masyarakat menunggu di teras, alhamdulillah kami bersyukur. Namun tetap kami dari rumah sakit mengantisipasi seandainya terjadi peningkatan pasien terkonfirmasi positif, sehingga seluruh ruangan Covid tetapi stanby, sebab kita belum keluar dari zona yang berisiko,” jelasnya.

Olehnya kata Herry, meskipun kasus Covid-19 sudah menurun, tetapi semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat tidak boleh lengah dan anggap enteng.

“Saya sangat mengapresiasi kepada masyarakat yang selama ini sangat baik kerjasamanya. Kemudian sistem kerja yang dilakukan oleh Bapak Wali Kota Palu dan Ibu Wakil Wali Kota serta seluruh Satgas dan Tim Medis, baik dari Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, betul-betul hasil kerjanya membuahkan hasil, karena angka Covid sangat signifikan penurunannya dan ini fakta tidak bisa dipungkiri,” ujarnya.

Pada prinsipnya kata Herry, RS Anutapura saat ini sisa merawat 23 pasien Covid-19, selain itu angka kesembuhan cukup tinggi.

“Memang ada indikator lamanya perawatan. Hal ini dikarenakan karena umumnya orang yang datang ke RS itu memiliki riwayat penyakit yang cukup berat. Jadi yang tidak datang ke RS itu, karena orang itu memiliki gejalan ringan jadi tidak perlu ke RS, dan bagi yang memiliki riwayat penyakit berat biasanya dirawat lebih dari ketentuan yakni 14 hari, tetapi itu tidak banyak, kemarin saya hitung hanya 4 orang dirawat 20 hari lebih,” jelasnya.

Meskipun demikian, Herry mengimbau seluruh tempat-tempat usaha seperti restaurant, cafe, dan acara pernikahan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Karena mematuhi peraturan itu penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas