Takwin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Donggala Takwin melaporkan seorang warga bernama Hi Kasim ke Polda Sulteng. Laporan itu bermula saat 13 orang mendatangi ruang Ketua DPRD Takwin, 21 Juli 2021, meminta agar proses pansus hak angket dihentikan.

Adapun 13 orang tersebut adalah Kitca Hora, Hans Lage, Anwar, Hi Kasim jufri, Ansar, Rita, Fatima, Fajran, Aru, Basir, Hi kasim, Mas lono, Ust Mukmin, dan Abdulah Yahya (ketua FKUB Donggala).

Pada saat pertemuan ke 13 orang itu terjadi perdebatan dengan Ketua DPRD Takwin. Diduga Hi Kasim mengeluarkan kata kasar kepada pimpinan DPRD.

“Saya dengar, saya lihat Pak Kasim ba marah-marah, begini dia bilang ‘anggota DPRD bodoh, tidak tau aturan, mereka lakukan interpelasi angket kenapa tidak kordinasi dulu ke bupati’, berungkali diucapakan, tapi dikata bodoh sudah tidak ada anggota DPRD, cuma Ketua DPRD Pak Takwin saja, saya sudah diperiksa di Polda juga,” kata Hendra, ajudan Ketua DPRD Donggala, Rabu 15 September 2021.

Wakil Ketua Pansus Hak Angket Taufik Burhan yang juga sempat berada di ruangan Ketua DPRD membenarkan apa yang disampaikan Hi Kasim ke Ketua DPRD.

“Mereka itu ingin angket dihentikan, memang benar Hi Kasim menyatakan Anda (ketua DPRD) bodoh dan tolol, selain pribadi ketua DPRD, Hi Kasim juga menyerang lembaga DPRD,dia (Hi Kasim) katakan tolol,” sebutnya Rabu.

Terpisah, kuasa hukum Ketua DPRD Donggala Fadli Anang SH, MH yang dikonfirmasi membenarkan ia telah melakukan pelaporan di Polda Sulteng pada 18 Agustus 2021.

“Iya benar kami sudah melapor 18 Agustus di Polda dengan nomor laporan STTLP/134/VIII/2021/SPKT/POLDA SULTENG,” katanya.

Dijelaskannya bentuk laporan itu merupakan penghinaan dan pencemaran nama baik seorang pejabat ketua DPRD dengan cara mencerca dengan kalimat ketua DPRD bodoh. Tentunya, kata dia hal ini bertentangan dengan aturan yang termuat pada pasal 310 321 KUHP.

“Ini juga termasuk penghinaan pejabat sebagai simbol negara yang termaktub pada KUHP pasal 154 A, berdasarkan tersebut ketua DPRD merasa keberatan,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas