Ir. Hj. Heppy Sri Handayani Noor. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas PUPR Donggala Hapy Sri Handayani menegaskan pembanguna Huntap di kelurahan Ganti kecamatan Banawa terkendala lahan.

“Iya harusnya 100 unit huntap dibangun di Kelurahan Ganti, tapi karena terkendala lahan, ya hanya 82 unit saja yang dibangun,” kata Hapy saat ditemui di ruang kasiromu Selasa kemarin.

“Tetap dibangun yang 18 unit itu, kasihan penyintas kalau tidak dibangun, hanya lokasi pembangunannya dipindahkan di belakang rumah tahanan kelurahan Ganti,” sebutnya lagi.

Ditanya waktu peresmian huntap kelurahan Ganti, hapy belum bisa memastikan waktunya, ia hanya menjawab penyerahan kunci kepada penyintas jika semua persoalan Huntap diselesaikan.

“Belum bisa penyerahan kunci ke penyintas, kalau fasilitas belum terselesaikan, bagaimana mau dikasih kalau air dengan listriknya belum ada, kasihan penyintas,” tekannya.

Diberitakan sebelumnya penanggung jawab pembangunan Huntap Kelurahan Ganti Eko mengatakan pihaknya (PT Waskita) awalnya akan membangun 100 unit Huntap, tapi ditengah perjalan yang dibangun hanya 82 unit saja.

“Kemarin memang akan dibangun 100 unit Huntap, tapi dibatalkan sekarang sisa 82 unit saja, saya tidak tau siapa yang batalkan,” kata pelaksana tugas pembangunan Huntap Eko senin sore kemarin.

“Total Huntap yang kami bangun (PT Waskita) 288 unit, dengan rincian,untuk Desa Loli 1, sebanyak 27 unit huntap , loli 2, 32 unit huntap ,Loli Dondo 37 unit, Wani 48 unit, dan Lamabara 62 unit, total itu 288 unit,” sebutnya lagi.

Eko menjelaskan dari beberapa titik lokasi pembangunan Huntap, kelurahan Ganti yang menjadi fokus utama pembangunan, karena di lokasi ini direncanakan bupati kasman lassa pada 28 September mendatang akan meresmikan sekaligus memberikan kunci kepada para penyintas.

“Sekarang kita genjot pembangunannya, karena tanggal 28 september bupati kasman akan lakukan penyerahan kunci kepada penyintas,  infrastruktur yang kurang hanya tangki air saja, untuk jalan minggu ini kami akan lakukan pengecoran (rabat),” sebutnya.

“Kami juga tambahkan jam kerja, MCK Huntap masih proses, untuk sarana air sementara dibor masih kedalaman 30 meter, kami upayakan 28 September kelar,” jelasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas