ILUSTRASI - Sejumlah pekerja meratakan aspal pada proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jalan pasacabencana di salah satu ruas jalan nasional di Palu, Sulawesi Tengah, Ahad 24 November 2019 lalu. (Antara Foto/ Basri Marzuki)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) kabupaten Parigi Moutong, I Wayan Mudana menerangkan, bahwa Pemda Parimo mengusulkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk 40 paket pekerjaan jalan, dengan total anggaran sebesar Rp60 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Perlu diketahui, bahwa target tahun 2022 mendatang, sudah kami usulkan ke Kementerian PUPR untuk dua menu DAK reguler dan penugasan, kurang lebih Rp60 miliar melalui aplikasi Kolaborasi Perencanaan, dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA),” kata Mudana kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa 14 September 2021.

Mudana mengatakan, pengusulan rehabilitasi jalan tahun 2022, lokasinya menyebar di berbagai titik secara merata di 23 kecamatan di Parigi Moutong. Akan tetapi, melihat pengalaman sebelumnya, Pemerintah Pusat kemungkinan hanya bisa merealisasikan sekitar 60 persen saja dari jumlah usulan.

Yang mana, pihaknya mengusulkan rehabilitasi berdasarkan data base jalan. Kemudian, dalam data tersebut, telah tergambarkan tingkat kerusakan jalan di wilayah Parigi Moutong. Sebab, hal tersebut sesuai petunjuk pihak Kementerian PUPR, karena usulan tidak akan menyetujui, jika tidak sesuai dengan data tersebut.

“Karena, tataran prioritas penanganan jalan itu, bukan lagi diatur ditingkat Kabupaten saja. Kami hanya mengusulkan, kementerian akan kembali memeriksa, dan memutuskan,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, bahwa tahun depan ada program Nasional kedaulatan pangan yang harus mendapatkan dukungan dari Kementerian teknis. Salah satunya, Kementerian PUPR yang mendanai ruas-ruas jalan akses kantong produksi di sejumlah daerah di Indonesia.
Karena, Parigi Moutong sendiri, ada beberapa Kecamatan yang menjadi lokus prioritas program Nasional, yakni Kecamatan Tinombo Selatan, Torue, Balinggi, Sausu, dan Kecamatan Parigi Selatan.

“Dan itu juga masuk penganggarannya melalui DAK penugasan. Kalau DAK reguler, adalah ruas-ruas pemukiman,” kata Wayan.

Ia menambahkan, bahwa alokasi anggaran akan lebih memprorioritaskan penuntasan program Nasional, hingga kurun waktu dua atau tiga tahun kedepan. Sehingga, tidak ada lagi pengusulan untuk lokus prioritas tersebut usai dituntaskan oleh pihak pemerintah pusat. Dan tahun depan juga diinformasikan bahwa Parigi Moutong akan menerima dana aspirasi dari anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah, khususnya Parigi Moutong.

Akan tetapi, pihaknya mengaku belum mengetahui pasti lokasi dan anggarannya. Sebab, Kementerian Keuangan belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) berapa pagu DAK diterima oleh seluruh Indonesia.

“Sehingga saat ini kami tinggal menunggu eksekusi usulan melalui aplikasi KRISNA,” ucapnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas