I Gede Suara. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Kapolres Donggala melalui Wakapolres Kompol I Gede suara menekankan dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pada video Bupati Donggala Kasman Lassa yang berjoged sulit untuk diproses.

“Semua sudah diperiksa. Masalahnya produk perda prokes kita lemah, tidak komplit,” kata Wakapolres I Gede Suara yang didampingi Kabag OPS, Senin 13 September 2021.

Sebelumnya, video Bupati Kasman dan sejumlah yang hadir yang sedang berjoget sambil bernyanyi di sebuah pesta pernikahan sempat viral di media sosial. Kegiatan ini diduga melanggar prokes karena dilakukan pada masa pandemi Covid.
Video Bupati berjoget ini masih dalam proses di Reskrim Polres Donggala.

“Rencananya akan diserahkan ke Gubernur karena di Perda lemah,” sebut Wakapolres.

Wakapolres mengatakan, dalam penerapan prokes instrumen hukum kita dalam hal ini perda tidak jelas, seharusnya dalam perda ada penekanan sanksi jika melanggar prokes.

“Dalam perda tentang prokes sanksi harus jelas, denda seperti apa, tidak diatur di situ (perda), regulasi lemah, makanya kita agak susah,” bebernya.

“Ini kan persoalan perda. Kasat satpolnya saja belum berani keluarkan surat penyidikan,” tambahnya.

Disinggung instruksi Mendagri menjadi acuan prokes, Gede menjawab instruksi Mendagri belum mengikat, yang mengikat itu perdanya,

“Di Donggala tidak ada perdanya yang mengikat, makanya kita agak susah. DPRD, Kabag hukum dalam buat Perda harus melibatkan kejaksaan dan kepolisian, kalau di pusat, ada aturan perdanya mengenai prokes sampai masalah denda, disini belum ada,” tutupnya.

Terpisah kasat Reskrim IPTU Yogi yang hendak dikonfirmasi senin sore kemarin, belum bisa ditemui.

“Pak kasat lagi rapat pak,” kata anggota reskrim.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas