ILUSTRASI - Permainan anak. (Foto: Istimewa)
  • Pelaku Usaha Mainan Anak Tetap Dukung PPKM

Palu, Metrosulawesi.id – Dampak pemberlakuan PPKM Level 4 di Kota Palu berdampak pada semua sektor, tak terkecuali para pelaku usaha. Salah satu usaha yang menjerit adalah pelaku usaha mainan anak pada beberapa lokasi di Kota Palu

Meski penghasilan menurun, para pelaku usaha mainan anak ini tetap bertahan walau pembatasan jam operasional usahanya dibatasi sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Palu, Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian pandemi Covid-19.

Seperti dikatakan seorang pelaku usaha permainan anak, Burhan, kepada wartawan, Sabtu, 11 September 2021. Dirinya mengaku telah menerima pemberitahuan dari camat dan lurah, yang juga mensosialisasikan perpanjangan PPKM terkait dengan pembatasan operasional usahanya.

“Yah mau gimana lagi, ini semua kan untuk kepentingan bersama agar virus corona ini tidak lagi meningkat,” ucapnya.

Burhan mengatakan, saat ini usaha yang dijalaninya hanya bersifat bertahan. Bila dirinya tidak mendukung usaha pemerintah itu guna menekan penyebaran Covid-19 dengan penerapan PPKM dan pembatasan aktivitas masyarakat, pasti akan bisa menimbulkan klaster baru.

“Saya mendukung pemerintah terkait dengan penerapan PPKM, kan bukan hanya usaha kami saja, semua usaha di Kota Palu juga wajib mematuhinya,” ujarnya.

“Belum adanya PPKM saja usaha kami sudah sepi dan tidak menutup kemungkinan usaha kami akan gulung tikar. Oke lah kebijakan ini kita dukung, tapi tolong berikan solusi lain untuk kami beraktivitas,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas