PONPES MODERN - Bangunan asrama untuk putra di Pondok Pesantren di Sigi dalam tahap perampungan di Kabupaten Sigi. Ahmad HM Ali, wakil Ketua Umum Partai Nasdem yang membangun Ponpes itu meninjau langsung progres pembangunannya pada Jumat 10 September 2021. (Foto: Adha Nadjamudin)
  • Dibangun Tahan Gempa, Dilengkapi Tempat Olahraga

Palu, Metrosulawesi.id – Pondok Pesantren (Ponpes) modern akan segera hadir di Kabupaten Sigi, Sulteng. Pembangunan Ponpes ini diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp20 miliar.

Ahmad HM Ali, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem yang membangun Ponpes itu berkesempatan melihat langsung progres pengerjaan pembangunan Ponpes tersebut pada Jumat 10 September 2021 lalu.

Ponpes dibangun di atas tanah seluas enam hektar di Kabupaten Sigi akan diperuntukkan bagi generasi muda dari anak-anak yatim piatu, telantar, dan yang belum beruntung secara ekonomi.

Di kawasan Ponpes seluas enam hektar itu dibangun sejumlah fasilitas pendukung, seperti asrama untuk santri, masjid dan kantin. Bahkan tidak itu saja, Ponpes ini juga dilengkapi tempat olahraga, kebun, hingga gedung penangkaran burung walet.

“Saya terdecak kagum setelah diajak Wakil Ketua Umum DPP Nasdem Ahmad M Ali meninjau pembangunan pondok pesantren miliknya itu pada Jumat (10/9) sore,” tulis wartawan Antara, Adha Nadjamudin dalam akun FB-nya.

Pembangunan Ponpes itu dibangun dengan standar tahan gempa. Meski hanya dibuat satu lantai, tetapi konstruksi tiang tancapnya dibuat hingga kedalaman tidak kurang lima meter.

Ahmad Ali sengaja membuat kokoh seluruh bangunan di kawasan pesantren itu karena dirinya ingin seluruh santri dipastikan aman dan nyaman karena Sigi salah satu daerah rawan gempa.

Bangunan masjid misalnya. Gedung yang dibangun dengan konstruksi satu lantai itu, menggunakan besi ulir dan menggunakan tiang pancang dengan kedalaman enam meter. Ini karena, bagian atas masjid itu nantinya akan menggunakan kontruksi baja berat, sehingga harus tiang dan kolomnya harus kokoh.

Masjid berukuran 22 x 22 meter persegi itu dibangun persis di tengah-tengah lokasi Ponpes. Bangunannya dikelilingi gedung asrama santri.

Untuk membuat santri betah, bangunan asrama dibuat modern, namun tetap memasukkan ornamen lokal. Seluruh peralatan baik kamar mandi/wc maupun fasilitas lainnya semua menggunakan perlatan bermerek sehingga kualitasnya dijamin baik. Ini sengaja dibuat demikian agar anak-anak santri juga bisa bersentuhan dengan peradaban modern.

Ahmad Ali memperkirakan akhir tahun 2021 seluruh bangunan dan sarana pendukung pondok pesantren itu sudah selesai sehingga bisa beroperasi awal tahun 2022.

“Saya bangun pesantren itu untuk anak-anak yatim, anak-anak dari kalangan tidak mampu. Semua saya gratiskan sampai mereka selesai dan menjadi generasi berilmu agama yang handal,” kata Ahmad Ali.

Tidaknya bangunannya, kualitas keluaran Ponpes ini pun tidak luput dari perhatian Ahmad Ali. Agar kualitas output-nya mumpuni, Ahmad Ali akan merekrut tenaga-tenaga pengajar yang memiliki kualifikasi handal di bidangnya. Anggota DPR RI asal Dapil Sulteng itu bahkan dikabarkan sudah mengontrak pimpinan pondok khusus alumni dari Madinah. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas