Munari. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Untad, Dr Ir H Munari ST SH MM, memastikan pengambilan ijazah bagi lulusan Universitas Tadulako tanpa pungutan.

“Ambil ijazah tidak bayar, gratis, yang penting bawa bukti pendaftaran wisuda,” ucapnya, Minggu, 12 September 2021.

Hal tersebut disampaikan menyikapi isu yang beredar pengambilan ijazah harus membayar Rp20.000. Munari menjelaskan nominal tersebut untuk biaya laminating ijazah atas permintaan wisudawan kepada staf BAKP.

Itu artinya hanya bagi wisudawan yang dengan permintaan sendiri untuk melaminating ijazah harus membayar sekitar Rp10.000 sampai Rp20.000. Jika tidak dilaminating dipastikan tidak ada pungutan.

“Jadi nanti karena diminta dilaminating harus bayar. Transkrip Rp10.000, ijazah juga Rp10.000. Tapi itu tidak ada paksaan, hanya menawarkan, pilihan saja,” tandas Munari.

Sebelumnya, Munari mengimbau wisudawan angkatan 101 sampai 106 Untad segera mengambil ijazah. Hal ini disampaikan agar calon wisudawan yang sudah membutuhkan ijazah bisa segera mengambil ke BAKP Untad.

“Silakan mengambil ijazah di Bagian Evaluasi Gedung BAKP Lantai I Untad,” ujar Munari.

Munari menyebut untuk waktu pelaksanaan wisuda masih belum bisa ditentukan. Namun Untad masih mengupayakan pelaksanaan wisuda secara tatap muka. Kepastian pelaksanaan wisuda akan mengacu kondisi pandemi Covid-19 di daerah ini.

“Sekarang masih perpanjangan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat) yang tentunya melarang kegiatan atau acara yang sifatnya menimbulkan kerumunan,” ungkap Munari, Kamis, 9 September 2021.

Jika situasi pandemi tak kunjung melandai, solusi lainnya melalui vaksinasi kepada semua calon wisudawan dengan harapan mendapatkan kelonggaran dari Satgas Penanganan Covid-19 daerah.

Dikatakan, saat ini wisuda Untad tertunda untuk angkatan 102 sampai 106 yang pendaftarnya telah mencapai sekitar 6.000 calon wisudawan. Olehnya dia mengimbau para calon wisudawan bersabar karena situasi yang belum memungkinan untuk pelaksanaan wisuda offline atau tatap muka.

“Mohon calon wisudawan bersabar karena memang situasi masih belum kondusif. Intinya kita menunggu,” ucap Munari.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas