Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulteng, Suryanto. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Semenjak Prof Patta Tope meletakkan jabatan pada 2019 silam, hingga saat ini kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah selalu diisi oleh pelaksana tugas. Hampir dua tahun sudah, Bappeda dikendalikan oleh pelaksana tugas.

Karena pejabat tertingginya berstatus pelaksana tugas, dianggap menjadi penyebab utama tidak maksimalnya Bappeda dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah. Bahkan Plt Bappeda saat ini, Dr Suandi dibuat kerepotan memberikan penjelasan ketika berhadapan dengan DPRD, khususnya dalam pembahasan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Sulawesi Tengah tahun 2022 serta pembahasan pokok-pokok pikiran anggota dewan, saat rapat Banggar bersama TAPD, beberapa waktu lalu.

Agar perencanaan pembangunan daerah terarah dengan baik dan maksimal, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Tengah sekaligus anggota Banggar, Suryanto meminta kepada Plt Sekretaris Daerah Sulawesi Tengah, Mulyono untuk secepatnya menempatkan kepala Bappeda definitif.

“Pak Sekda, saya mohon dengan sangat segera tempatkan pejabat definitif di Bappeda. Ini instansi strategis, sangat strategis,” ujar Suryanto.

Seperti diketahui, sejak Prof Patta Tope mundur dari Bappeda pada Februari 2019 silam, sudah tiga nama menduduki posisi Plt Bappeda, yakni Dr Hasanuddin Atjo, Faizal Mang dan terakhir Dr Suandi.

Reporter: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas