Iskandar Lamuka. (Foto: Istimewa)

Poso, Metrosulawesi.id – Penanganan banjir tahunan akibat meluapnya sungai Samalera, di Desa Maranda, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso,  mendesak dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Provinsi Sulteng di Palu.

Hal ini disampaikan  anggota DPRD Poso Iskandar Lamuka yang meminta BWSS III, segera melakukan kegiatan normalisasi sungai tersebut, karena situasinya darurat dan membutuhkan penanganan darurat pula.

“Penanganan sungai Samalera membutuhkan biaya besar,” terang Iskandar Lamuka,” Jumat 10 September 2021.

Dia mengaku, banjir akibat meluapnya sungai Samalera terjadi selama empat hari sejak 6 September pekan lalu,, merendam 61 rumah warga Desa Maranda yang berdampak kerugian yang tidak sedikit jumlahnya.

Penanganan banjir Sungai Samalera selama ini tak pernah tuntas karena normalisasi sungai yang tidak merata dari hulu sampai ke hilir.

Ditambahkannya, ada beberapa sungai yang menjadi kewenangan BWSS III di Kabupaten Poso yang menjadi langganan penyebab banjir setiap tahunnya.

Seperti, Sungai Puna, Sungai Samalera, Sungai Tambarana dan beberapa sungai lainnya yang di musim hujan sekarang sering meluap.

“Sehingga perlu penanganan secara prioritas oleh BBSS III untuk sungai-sungai yang khususnya menjadi langganan penyebab banjir setiap tahunnya, terutama Sungai Samalera ini,” ujarnya.

Ditegaskan lagi, penanganan secara permanen di sungai Samalera tersebut, sangat mendesak.

Hingga saat ini warga sekitar sungai masih begitu takut atau trauma bahkan kuatir banjir akan kembali terjadi mengingat saat ini curah hujan masih terlalu tinggi.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas