Andi Hajidin. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi Sulawesi Tengah, Andi Hajidin mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya, memang selama masa pandemi jumlah pengunjung di Perpustakaan Daerah sangat menurun drastis.

“Sebenarnya kalau tingkat kegemaran orang membaca itu sangat dipengaruhi oleh literasi, artinya buku. Sekarang kita punya buku terakhir pengadaan tiga tahun lalu di Perpustakaan, itupun presentase untuk buku ilmiah kecil, karena berdasarkan kita punya pengamatan pengunjung dominan pelajar dan mahasiswa,” kata Andi, di Kantor Dispusarda Sulteng, belum lama ini.

Andi mengatakan, jika pelajar dan mahasiswa datang ke Perpustakaan, maka klasifikasi buku yang disediakan sesuai kebutuhannya seperti buku-buku ilmiah.

“Perlu diketahui buku-buku ilmiah kami di Perpustakaan Daerah masih sangat terbatas, kita juga tidak punya anggaran untuk pengadaan buku,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Andi, diharapkan ke depannya buku ilmiah tersebut dapat dipenuhi. Pihaknya pun saat ini sedang mensurvei agar buku dapat diadakan sesuai permintaan.

“Selain itu juga ada teman-teman dari perguruan tinggi dan akademisi menyarankan agar ditambah buku-bukunya khususnya buku ilmiah. Kita buku ilmiah kurang, buku top seller sangat rendah. Bagaimana orang tertarik ke perpustakaan kalau bukunya tidak sesuai apa yang mereka inginkan. Maka hal inilah yang harus kita penuhi,” ujarnya.

Andi mengungkapkan, jika orang-orang ke Perpustakaan pasti tujuannya itu membaca buku, jadi kalau tidak ada buku, bukan Perpustakaan namanya.

“Jadi saya kira kita harus akui bahwa Perpustakaan Daerah kekurangan buku terbitan baru, khususnya buku ilmiah dengan teori-teori baru masih kurang,” ungkapnya.

Untuk itu, Andi mengharapkan juga kepada para anggota legislatif di DPRD Sulteng yang mempunyai anggaran pokir bisa dibantu Perpustakaan Daerah untuk pengadaan buku baru.

“Beberapa perguruan tinggi di Sulteng itu telah memiliki dua fakultas kedokteran di Unisa dan Untad, bahkan Fakultas Kesehatan Masyarakat juga sudah ada. Tetapi semua literasinya tidak ada, buku-bukunya tidak ada di Perpustakaan. Saya juga sudah tanya dengan Untad, buku-bukunya terbatas, begitupun juga kita terbatas, sementara jurusanya sudah ada. Apalagi jurusan Teknik, juga belum ada, jadi masih banyaklah. Inilah kita punya keterbatasan,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas