Roland Franklin. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, mencatat bahwa kasus Covid-19 di wilayahnya mengalami penurunan. Penurunan itu terjadi saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di wilayah itu.

Demikian dikatakan Plt Kadis Kesehatan Sigi, Roland Franklin pada rapat percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sigi, belum lama ini.

Sebelumnya, sesuai data yang dirilis Dinas Kesehatan Sigi per 17 Agustus 2021, tercatat 28 desa masuk zona merah Covid-19 yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi.

Sementara pada 7 September 2021 Dinkes Sigi mencatat, 12 desa yang masuk zona merah, 13 desa zona oranye, 41 desa zona kuning dan 110 masuk zona hijau.

Hal tersebut berdasarkan Surat Dinkes Sigi Nomor: 440/800-453/Kep.Dinkes, perihal kriteria zonasi desa di Kabupaten Sigi. Data kasus tersebut pertanggal 1 sampai 7 September 2021, dan digunakan untuk penentuan zonasi desa periode 8 sampai 14 September 2021.

Adapun desa masuk zona merah Covid-19 adalah Desa Kalukubula dan Mpanau di Kecamatan Sigi Biromaru, Desa Tinggede, Tinggede Selatan dan Baliase di Kecamatan Marawola, Desa Towulu di Kecamatan Kulawi, Desa Oo Parese di Kecamatan Kulawi Selatan, Desa Makmur, Ranteleda dan Desa Tanah Harapan di Kecamatan Palolo; Desa Kantewu di Kecamatan Pipikoro dan Desa Olu di Kecamatan Lindu.

Untuk 13 desa yang masuk zona oranye meliputi Desa Kabobona di Kecamatan Dolo, Desa Sibalaya Utara di Kecamatan Tanambulava, Desa Kalawara dan Pandere di Kecamatan Gumbasa, Desa Sungku dan Bolapapu di Kecamatan Kulawi, Desa Palamaki di Kecamatan Kulawi Selatan, Desa Sintuwu di Kecamatan Palolo, Desa Sopu di Kecamatan Nokilalaki, Desa Koja dan Peana di Kecamatan Pipikoro, serta Desa Puroo dan Desa Tomado di Kecamatan Lindu. Diharapkan masyarakat Sigi tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas