Rahmat Saleh. (Foto: Metrosulawesi/ Syamsu Rizal)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Ketua I DPRD Sigi, Rahmat Saleh mengatakan, dampak gempa 2018 yang kemudian memicu banjir telah merusak areal persawahan  dan infrastruktur pertanian di sejumlah desa di Kabupaten Sigi. Akibatnya, areal persawahan banyak yang tidak bisa berproduksi sehingga mengarah pada krisis pangan.

Rahmat Saleh mengungkapkan, berdasarkan peta kerentanan pangan di Kabupaten Sigi yang diterbitkan tahun 2020, daerah-daerah di pegunungan seperti Marawola, Pipikoro, Kulawi bagian barat masuk zona merah atau tingkat kerawanan pangan tinggi.

Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah strategis. Setidaknya tiga langkah yang bisa ditempuh pemerintah daerah  dalam mengatasi ancaman krisis pangan di Sigi.

Pertama, kata dia pemerintah daerah harus mendorong peningkatanpersediaan cadangan pangan dengan memberikan bantuan pertanian, alat pertanian, bibit unggul pupuk organik dan sebagainya.

“Agar produktivitas pangan meningkat,” ujar Rahmat Saleh kepada Metrosulawesi, belum lama ini.

Kedua, pemerintah punya nomenklatur yang memungkinkan  untuk pembentukan cadangan pangan daerah atau cadangan pangan pemerintah.

“Kita bisa mengadakan pangan, disimpan dan didistribusikan  sewaktu-waktu apabila terjadi kekurangan pangan,” ujarnya.

Ketiga, lanjut Rahmat Saleh mendorong dan memelihara potensi keragaman pangan selain beras seperti umbi-umbian dan jagung.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas