TAMPIL - Dhea Fahikah Jumadi, siswi dari SDIT Al Fahmi Palu saat tampil memukau di Lomba Bertutur tingkat nasional yang diselenggarakan secara virtual, Rabu, 8 September 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)
  • Kadispusarda Harap Bisa Masuk Lima Besar

Palu, Metrosulawesi.id – Dhea Fahikah Jumadi, siswi dari SDIT Al Fahmi Palu menunjukan kemampuannya mendongeng cerita rakyat yang berjudul “Bomba Talu” atau Ombak Besar yang pernah menerjang pesisir Teluk Palu di Lomba Berrtutur Tingkat nasional. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) ini digelar secara virtual, Rabu, 8 September 2021.

Dengan wajah yang begitu serius sambil menggerakkan tangannya saat mendongeng, Dhea berhasil menghipnotis para penonton khususnya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng, sehingga dianggap Dhea tampil maksimal dan diharapkan bisa raih juara terbaik.

Kepala Dispusarda Sulteng, Andi Hajidin mengaku, sangat mengapresiasi Dhea yang mewakili Provinsi Sulteng, sebab penampilannya begitu memukau. Tentunya pihaknya berharap Dhea bisa meraih prestasi minimal masuk lima besar.

“Saya berharap juga lomba bertutur ini bukan hanya diselenggarakan setahun sekali, tetapi kalau perlu lebih diseringkan, karena dapat meningkatkan minat baca peserta didik dari jenjang SD,” ungkapnya.

Andi mengatakan, bertutur ini sangat penting dilakukan sejak dini, dan pasti kebiasaan itu mulai dari membaca. Jika sudah dewasa pasti tidak dapat lagi di dorong.

“Kita tetap berharap Dhea ini minimal bisa masuk 5 besar atau lebih dari itu menjadi juara pertama. Saya juga sudah sampaikan semua peserta yang menang itu harus mendapat bonus, karena itu dapat memotivasi siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Guru SDIT Al Fahmi Palu, Muhamad Indrid sangat berharap, bukan hanya dari pribadi tetapi dari masyarakat Sulteng, agar ananda Dhea perwakilan Sulteng bisa meraih juara pertama dalam lomba bertutur tingkat nasional ini.

“Kita optimis Dhea bisa meraih prestasi terbaik itu. Karena kita latihan sangat serius dan begitu maksimal, sehingga kita berharap dukungan dan doa dari Sulteng, sehingga Dhea bisa meraih juara satu,” ungkapnya.

Indrid yang juga Ketua Kampung Dongeng Kota Palu mengatakan, dalam persiapan menuju tingkat nasional itu, Dhea berlatih kurang lebih dua bulan. Selama itu latihan dilakukan secara rutin, meskipun ada beberapa kali urung latihan, karena sakit. Namun latihan tetap berjalan maksimal.

“Semoga siswa lainnya dapat termotivasi dengan keberanian Dhea, sebab kepercayaan diri dan mentalnya sudah terlatih dengan baik,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas