Raden Harry Agung Cahya. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama masa pandemi Covid-19 terjadi tren penurunan jumlah kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, namun pandemi cukup mempengaruhi jumlah kepesertaan aktif.

Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau Bpjamsostek Kota Palu, Raden Harry Agung Cahya mengatakan, setidaknya terjadi penurunan jumlah peserta sekitar 1 persen selama masa pandemi.

Penurunan jumlah peserta selama pandemi juga mengindikasi adanya pemutusan hak kerja (PHK) oleh sejunlah perusahaan terhadap karyawannya.

“Kalau melihat data klaim, banyak tenaga kerja kita yang di-PHK,” jelas dia saat ditemui di kantornya awal pekan kemarin.

Dari data yang dimiliki Bpjamsostek, setidaknya ada 13 ribu orang yang diputus hak kerjanya dan terindikasi bakal jadi pengangguran.

Sementara itu, total angkatan kerja Sulawesi Tengah yang bekerja sebanyak 1.516.347 orang. Namun, hanya sekitar 15,58 persen dari mereka yang telah terjamin dan terlindungi oleh jaminan sosial.

Berdasarkan data BPJS TK, hanya sekitar 252 ribu pekerja yang statusnya aktif sebagai peserta lembaga yang menyelenggarakan jaminan sosial untuk pekerja itu.

“Dibandingkan dengan angka angkatan kerja di Sulteng, masih jauh. Ada 1 juta lebih angkatan kerja di Sulteng yang belum terdaftar,” ungkap Kepala Cabang Bpjamaostek Kota Palu Raden Harry Agung Cahya.

Ia pun berharap agar pemerintah ikut mendorong peningkatan kepesertaan pekerja dalam program jaminan sosial tenaga kerja.

“Sulteng secara keseluruhan pesertanya yang belum banyak berkembang itu di Kabupaten Donggala dan Sigi,” ungkap dia.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas