BRI Unit Manonda. (Foto: Istimewa)
  • Kasus Dugaan Penghilangan Agunan Nasabah

Palu, Metrosulawesi.id – Mediasi antara Ibu Mariam, yang agunannya berupa 8 SK PNS diduga hilang di BRI Unit Manonda dengan pihak BRI tidak tercapai. Menurut Kuasa Hukum Ibu Mariam, Moh. Sjafari, SH tawaran yang diajukan pihak BRI dalam mediasi itu tidak masuk akal.

“Mediasi kami dengan pihak BRI mentok, tidak ada kesepakatan yang tercapai. Tawaran yang diajukan pihak BRI kepada klien saya pun terbilang tidak masuk akal. Tawaran yang diberikan pihak BRI dalam mediasi itu tidak ada sama sekali kompensasi atau ganti rugi kepada klien saya, Ibu Mariam, tapi BRI hanya menawarkan pengajuan kredit lagi ke Ibu Mariam, inikan aneh. Akhir bulan ini akan dilaksanakan sidang kedua yaitu jawaban dari pihak tergugat yakni BRI di PN Palu,” kata Sjafari melalui sambungan ponselnya, Selasa, 7 September 2021.

Menurut sosok yang akrab disapa Fery ini, tawaran yang diajukan pihak BRI itu tidak masuk akal. Pasalnya jika seseorang akan mengajukan kredit pada lembaga perbankan harus ada jaminan atau agunan.

Fery menyayangkan tidak ada kesepakatan dalam proses mediasi tersebut dan berlanjut ke persidangan.  

“Namun begitulah proses mediasi. Mungkin banyak pertimbangan dari pihak BRI sehingga mengajukan tawaran seperti itu. Tapi kami selaku Penggugat telah siap dengan segala fakta hukum untuk disampaikan di dalam persidangan nanti,” ungkapnya.

Diketahui, BRI Unit Manonda akhirnya dilaporkan nasabahnya, Mariam  pada  25 Februari 2021. Didampingi kuasa hukumnya, Mariam melaporkan pihak BRI Unit Manonda  atas dugaan tindak pidana perbankan melakukan penghilangan agunan berupa delapan  SK terdiri dari SK CPNS 2A, SK PNS 2A,SK 2B, SK 2C, SK 2D,  SK 3A, SK 3B, SK 3C, Karpeg, dan Taspen.

Muhammad Sjafari, selaku kuasa hukum Mariam, mengatakan, SK tersebut diduga hilang sejak 2013. “Pada 2013 itu Ibu Mariam sudah melunasi kreditnya di BRI Unit Manonda dan ingin mengambil 8 SK PNS yang  diagunkannya. Cuma pada waktu itu  pihak BRI Unit Manonda malahan menawarkan Ibu Mariam sambung kredit lagi, tapi klien saya Ibu Mariam menolak, karena tidak butuh uang pada waktu itu,” kata Sjafari.

“Ibu Mariam sering menanyakan agunannya ke BRI Unit Manonda, terakhir pada 2018, dan hingga saat ini agunan tersebut tidak pernah diserahkan ke klien saya. Saya selaku kuasa hukum Ibu Mariam menduga keras bahwa agunan tersebut, telah sengaja dihilangkan,  maka pada 25 Februari 2021 kami melaporkan BRI Unit Manonda secara institusi ke Polda Sulawesi Tengah,” ungkapnya lagi.

Fery mengungkapkan, yang digugat pihaknya adalah Direktur BRI pusat, cq Direktur atau Pimpinan Cabang BRI Palu, cq Kepala Unit BRI Manonda Palu.

“Gugatan yang kami ajukan itu Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Jadi tuntutan materilnya Rp5 Miliar, dan tuntutan immaterilnya Rp150 Miliar,” ungkapnya.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi media ini, Kepala Cabang BRI Palu, Ekwan Darmawan mengatakan pihaknya siap mengganti agunan nasabah yang hilang itu. 

“Kami pada dasarnya siap mengganti agunan yang hilang itu. Pernah ada Gedung BRI yang terbakar, semua agunan nasabah kami ganti saat itu. Jadi tidak masalah,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa kali media ini mengkonfirmasi ke pihak BRI Unit Manonda tidak ada jawaban hingga berita ini diturunkan.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas