DEMO - AMM-BPM menggelar aksi di Pasar Bungku, Senin 6 September 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Sejumlah massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Morowali bersama pedagang Morowali (AMM-BPM) melakukan aksi damai, Senin 6 September 2021 pagi.

Kelompok massa dalam jumlah kecil itu memulai aksinya di kompelks pasar Bungku, dilanjutkan lagi ke kantor Dinas Perizinan, Kantor Bupati dan berakhir di kantor DPRD Morowali.

“AMM-BPM menyatakan sikap menolak kehadiran Alfamidi dan indikasi masuknya Indormart. Cabut izin operasional gunung konde yang berafiliasi dengan Alfamidi dan menuntut Pemerintah daerah (Pemda) mencabut izin opersional Alfamidi di Morowali,” ungkap Amrin salah satu koorlap aksi.

Diutarakannya, dengan hadirnya berbagai gerai minimarket di Morowali nantinya akan menjadi saingan berat bagi pedagang kecil, kios dan toko lainya dan omset keuntungan pedagang kecil akan menurun.

“Pemda harus bisa selamatkan ekonomi rakyat,”ucapnya.

Kehadiran ritel modern di Morowali saat ini belum terasa dampaknya, lama kelamaan akan dirasakan dan mematikan sedikit demi sedikit usaha pedagang lokal disekitar gerai seperti toko, warung sembako menegah lainya.

Dikatakannya, kehadiran Alfamidi dengan jarak sesuai ketetapan yang diatur dalam peraturan daerah (Perda) dengan jarak 1.500 meter dengan pasar rakyat dan beberapa gerai Alfamidi berdekatan dan perlu diperhatikan oleh Pemda.

“Pemda bisa menjatuhkan sanksi bagi Alfamidi yang tidak menaati aturan. Setidaknya menutup Alfamidi yang berdekatan,” urainya.

Aksi kelompok massa tersebut mendapat pengawalan aparat keamanan TNI-Polri, berlangsung tertib dan aman.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas