DISITA - Polisi saat melakukan penyitaan cap tikus dari rumah warga yang kedapatan menjual cap tikus. (Foto: Dokumentasi Polsek Luwuk)
  • Hasil Tindak Lanjut dari Kasus Penganiayaan yang Disebabkan Miras

Banggai, Metrosulawesi.id – Kasus penganiayaan yang terjadi di Luwuk Utara lantaran dipengaruhi miras, langsung ditindak lanjuti aparat Polsek Luwuk bersama Babinsa setempat, dengan mencari tempat penjualan minuman haram tersebut, Minggu, 5 September 2021.

Alhasil, setelah melakukan penyelidikan aparat Polsek Luwuk mendatangi rumah seorang warga bernisial FR (31) warga Desa Toipan, Kecamatan Pagimana yang diduga menjual miras kepada tersangka penganiayaan.

“Menurut informasi tersangka NL (30) yang diduga melakukan penganiayaan membeli miras di rumah seorang warga di Desa Toipan,” ungkap Kapolsek Luwuk AP Pino Ary SH, SIK, MH.

Personel Polsek Luwuk kemudian langsung melakukan penggeledahan di dalam rumah FR dan berhasil menemukan puluhan kantong bersikan miras tradisional jenis cap tikus.

“Seluruh barang bukti miras cap tikus sebanyak 38 kantong langsung diamankan bersama penjualnya untuk dimintai keterangan,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas