LOMBA MELUKIS - Para siswa melukis di atas kain kulit kayu yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Senin 6 September 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)
  • UPT Taman Budaya dan Meseum Gelar Lomba Melukis di Kulit Kayu

Palu, Metrosulawesi.id – Souvenir atau cinderamata biasanya berasal dari benda lokal yang menjadi ciri khas suatu daerah. Misalnya kain kulit kayu yang berasal dari Kabupaten Poso dan Sigi, yang sudah ada sejak zaman pra sejarah.

Kain kulit kayu selain dijadikan pakaian, juga menjadi media untuk melukis. Seperti dilakukan UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng yang menggelar lomba melukis di atas kain kulit kayu tingkat SMP/MTs dan sederajat se Kota Palu, Senin 6 September 2021.

Pihak penyelenggara mendatangkan kain kulit kayu asli dari Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Sebanyak 40-an siswa sekolah menengah pertama ikut dalam lomba yang dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulteng, Yudiawati Vidiana.

Dalam sambutannya Yudiawati mengatakan, lomba melukis di atas kain kulit kayu merupakan cerminan budaya daerah tentang kain yang terbuat dari kulit kayu. Karena itu selain kegiatan lomba perlu terus digelar, kain kulit kayu itu sendiri harus dilestarikan.

Lebih dari itu, mengacu pada daerah lain, Yudiawati mengatakan lukisan di kain kulit kayu karya para siswa SMP dapat dijadikan souvenir daerah.

‘’Bahkan hasil lukisan di kain kulit kayu kita kembangkan dan modifikasi sehingga menjadi souvenir khas Sulawesi Tengah,’’ katanya.

Dia mengapresiasi UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng menggelar lomba tersebut, sebagai bagian dari pendidikan dan pelestarian karya budaya Sulteng di masa lampau.

‘’Kita tidak boleh melupakan kearifan lokal daerah, termasuk kain dari kulit kayu,’’ katanya.

Di bagian lain, Yudiawati mengatakan UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng menjadi miniatur Sulawesi Tengah karena di dalamnya terdapat catatan sejarah terbentuknya daerah-daerah di Sulawesi Tengah.

Dalam lomba kemarin, para siswa diberikan kain kulit kayu berukuran A3. Peserta juga diberikan pensil warna atau crayon untuk melukis. Waktu melukis diberikan selama 90 menit.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas