PERTEMUAN - Suasana pertemuan antara Direksi PT Citra Nuansa Elok (CNE) pengelola New Tatura Mall dan Anggota DPRD Kota Palu beserta PT Global Media Konstruksi selaku Kontraktor. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Global Media Konstruksi atau selaku Kontraktor menyatakan bahwa mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan PT Citra Nuansa Elok (CNE) semua harus berkontribusi bersama dalam pembangunan New Tatura Mall (NTM).

Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Teknik PT Global Media Konstruksi, Abdul Rahman, dihadapan para anggota DPRD Kota Palu saat melaksanakan pemantauan kerja di kantor PT Citra Nuansa Elok (CNE), Senin, 6 September 2021.

Ia menuturkan perlu ada itikad baik antara kedua belah pihak pemegang saham terbesar dan pengelola Mall untuk melakukan efisiensi terhadap pelaksanaan pembangunan ini. Sehingga, lanjut dia, progres dapat berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan.

“Kami siap membantu Pemerintah Kota Palu maupun PT CNE dalam rangka mengcover ekonomi daerah khususnya pembangunan mall. Tetapi yang paling utama kita laksanakan sekarang adalah bagaimana dana itu bisa ada untuk kelancaran pekerjaan,” tuturnya.

Usai kejadian bencana alam 28 September 2018 silam, dirinya mengungkapkan pihak PT Citra Nuansa Elok (CNE) meminta bantuan kepada PT Global Media Konstruksi atau selaku kontraktor agar segera merencanakan penilaian terhadap gedung.

“Sementara kalau dilihat assessment itu dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kualitas bagus untuk menilai bahwa gedung itu layak atau tidak. Alhamdulillah, dengan niat ikhlas bersama dengan beberapa teman rela menyumbangkan pemikiran kami,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa berdasarkan laporan assessment terhadap reruntuhan bangunan sebelumnya. Dari hal tersebut, kata dia, maka pada akhirnya pihak asusransi saat itu juga langsung menerima permintaan klaim PT Citra Nuansa Elok (CNE).

“Kami memahami dan mengetahui apa yang telah menjadi kendala dalam proses pembangunan ini. Tetapi kami tidak akan berbicara banyak. Namun mari kita mencari solusi demi mendukung ekonomi serta bisnis di daerah ini berkelanjutan,” ucap Abdul Rahman.

Dikatakan, dari hasil negosiasi dengan jajaran Komisaris beserta Direksi PT Citra Nuansa Elok (CNE), sehingga terciptalah gagasan pembangunan New Tatura Mall yang memiliki kapasitas tujuh lantai dengan luas area kurang lebih sekitar 54 ribu meter persegi.

“Jika kita menggunakan harga satuan, maka pengelola mall akan membayar konsultan dengan nilai yang cukup tinggi. Karena melihat kondisi keuangan saat itu belum stabil, jadi kami putuskan hanya sebesar Rp2,7 miliar untuk bayar konsultan,” katanya.

Sebelumnya, pihak jajaran direksi PT Citra Nuansa Elok (CNE), buka-bukaan soal masalah adanya pembekuan kinerja keuangan perusahaan tersebut pada forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Palu, Kamis, 2 September 2021.

Direktur Operasional PT. CNE, Rizal mengungkapkan bahwa tiap tahun, baik itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan maupun pada RUPS luar biasa, pihaknya selalu melaporkan kinerja keuangan PT CNE kepada pemegang saham utama yakni Pemerintah Kota Palu.

“Hampir setiap tahun kami memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan ke Pemkot Palu. Dan pada 29 Juni 2021 saat digelar RUPS tahunan, diputuskan bahwa laporan pertanggungjawaban keuangan PT CNE diterima,” ungkapnya.

Selain memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan ke Pemkot, keuangan PT CNE setiap tahunnya juga diaudit oleh auditor independen dan auditor pemerintah yakni pihak Inspektorat dan BPK.

“Namun pada RUPS Luar Biasa tertanggal 19 Agustus 2021 secara sepihak aktivitas keuangan kami dihentikan sementara. Padahal agenda RUPS luar biasa itu adalah evaluasi kinerja, evaluasi baik secara operasional maupun keuangan,” tambahnya.

Hal itu pun diamini oleh Dirut Muhammad Sandiri La Anto. Saat bertemu dengan para awak media usai RDP. Sosok yang akrab disapa Memet ini mengungkapkan suasana jalannya RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan 19 Agustus itu.

“Sesuai undangan, agenda RUPS Luar Biasa tertanggal 19 Agustus 2021 itu adalah evaluasi kinerja PT CNE. Tetapi kemudian kita tidak diberi kesempatan memberikan pemaparan evaluasi kinerja itu,” kata Memet.

Pemkot Palu dalam hal ini Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid selaku pemegang saham terbesar yang memimpin RUPS kala itu kata Memet, langsung saja memutuskan membekukan kinerja keuangan dan audit eksternal yang dilakukan Inspektorat dan BPK kepada PT CNE.

“Namun kami sebagai Direksi menghargai, menghormati keputusan Pak Wali Kota Palu sebagai pimpinan kita semua, yang kita harus jaga martabatnya. RUPS Luar Biasa itu tidak berlangsung lama, kisaran mungkin hanya 10 menit,” ungkapnya lagi.

Reporter: Fikri Alihana – Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas