Heri Soumena. (Foto: Istimewa)
  • Heri Sebut Biaya Daftar Calon Ketua Kadin Donggala Tidak Rasional

Donggala, Metrosulawesi.id – Syarat calon ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Donggala yang harus menyetor sebesar Rp50 juta mulai menuai sorotan. Biaya pendaftaran sebesar itu dinilai terlalu besar dan syarat kepentingan.

“Kami sesali biaya pendaftaran menjadi Ketua Kadin Rp50 juta. Ini tidak rasional, dan menyalahi tata cara pencalonan ketua Kadin yaitu pada Pasal 16). Penjelasan di pasal 16 tak ada menyebutkan biaya pendaftaran calon,” kata Heri Soumena, kepada wartawan Sabtu 4 September 2021.

Heri mengatakan lagi penganggaran pelaksanaan Muskab (musyawarah kabupaten) Kadin 2021-2026 kuat dugaan hanya bentuk akal-akalan panitia pelaksana dalam hal ini steering committee.

“Besarnya biaya pendaftaran dipastikan tak akan ada calon yang mau mendafta. Dan sebagai bentuk upaya memuluskan Syamsu Rizal menjadi ketua definitif Kadin,” ketusnya.

Olehnya Heri berharap angka Rp50 juta sebagai syarat untuk maju berkompetisi harus dirasionalkan di tengah pandemi ini.

“Saya tidak punya kepentingan untuk maju bertarung di suksesi Kadin. Saya sebagai anggota Kadin memberi masukan, harusnya steering committee lebih obyektif dalam menentukan tarif pendaftaran. Ini pandemi pak. Kondisi ekonomi susah, ya.. yang siap dengan dana Rp50 juta itu pasti hanya Syamsu Rizal. Teman pengusaha lain pasti sempoyongan cari dana pendaftaran,” kritiknya.

Moh Supri, Sip. (Foto: Istimewa)

Terpisah Ketua Steering Committee Muskab Kadin, Moh Supri Sip, yang dikonfirmasi Ahad 5 September 2021, membantah semua tudingan yang dialamatkan ke panitia Muskab.

Ia menjelaskan uang pendaftaran sebesar Rp50 juta itu untuk membiayai Muskab. Bahkan kata Supri lagi, Donggala paling kecil biaya pendaftaran, dibanding kabupaten lain yang biaya pendaftaran mencapai Rp150 juta.

“Sebelum kami menentukan uang pendaftaran, kami konsultasi juga ke Kadin provinsi. Dan kadin provinsi menyerahkan sepenuhnya ke kami. Kalau tidak ada biaya pendaftaran dana dari mana membiayai Muskab?” jelasnya.

“Jadi tudingan kami dibilang punya kepentingan di biaya pendaftaran sama sekali tidak benar. Apalagi kami dikatakan sengaja kasih tinggi biaya pendaftaran supaya memuluskan Syamsu Rizal jadi ketua kadin Donggala. Itu juga tudingan yang tak berdasar,” sebutnya lagi.

Ditanya soal Pasal 16 tentang tata cara pemilihan ketua kadin kabupaten yang tidak mencantumkan nominal pendaftaran, Supri mengakui memang di ADRT atau PO (peraturan organisasi) tak ditentukan atau disebutkan angka biaya pendaftaran calon ketua kadin kabupaten, tapi hal tersebut bukanlah suatu ketetapan. Dan penetapan angka pendaftaran adalah sebuah kebijakan untuk membiayai Muskab.

“Kalau memang syarat itu tidak terpenuhi (pasal 16), ambil dari mana uang untuk biaya Muskab? Jadi ini adalah kebijakan yang sudah melalui proses rapat steering committee kami tidak bisa menganulir lagi,” jawabnya.

Sebelumnya seperti diberitakan Metrosulawesi, Sabtu 4 September 2021, Ketua Paniia Muskab, Supri mengatakan, Muskab Kadin Donggala untuk memilih kepengurusan baru periode 2021-2026 akan digelar pada 23 September 2021.

“Pemilihan ketua Kadin 23 September 2021, pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 2 sampai 20 September, tempat pendaftaran di Kelurahan Boya (eks Salon Geby) calon ketua kadin bebas yang penting memiliki KTA (kartu tanda anggota) Kadin,” sebutnya.

Supri menjelaskan setiap bakal calon ketua Kadin harus memenuhi syarat administrasi, salah satunya adalah uang pendaftaran sebesar Rp50 juta.

Dikatakan Supri, untuk meringankan bakal calon, biaya pendaftaran sebesar Rp50 juta itu, bisa dilakukan sebanyak dua kali. Pertama pengambilan formulir calon membayar 15 juta, selanjutnya dilunasi jika sudah mengembalikan formulir sebesar Rp35 juta.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas