Kelompok Tani Duyu Bangkit yang melakukan budidaya anggur. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam hal memberdayakan ekonomi masyarakat, warga yang berada di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, membentuk kelompok tani dengan cara membudidayakan tanaman anggur.

Ketua Tani Duyu Bangkit, Saifudin menjelaskan anggur yang ditanam berjumlah lebih dari 600 pohon dan ditempatkan di tujuh titik lokasi. Dirinya juga mengungkapkan untuk anggota kelompok ada 14 orang dilibatkan.

“Di mana semua itu berawal dari tempat pengungsian sebagian warga berinisiatif tetap bangkit, makanya saran kami supaya menghasilkan, tanaman anggur yang harus kita kembangkan,” jelas Saifudin kepada Metrosulawesi, Jumat (3/9/2021).

Ia mengungkapkan kelompok ini terbentuk baru setahun lebih atau setelah bencana 28 September 2018 lalu. Sementara ada dua anggur yang dibudidayakan yaitu lokal dan impor. Sedangkan, untuk anggur lokal dijual dengan harga Rp60 ribu.

“Kalau anggur lokal harganya dikisaran Rp80 ribu perkilogram kita jualkan. Walaupun belum maksimal, tapi kita terus upayakan pengembangan budidaya buah anggur ini,” ungkapnya.

Selain itu, kelompok tani tersebut juga mendapatkan bantuan pupuk dari Dinas Pertanian Kota Palu sebanyak 500 kilogram atau 10 karung. Menurutnya, hasil panen buah anggur ini tergantung dengan kondisi cuaca.

“Hitungan panen anggur impor 90 hari anggur impor dan panen  anggur lokal selama 120 hari. Sebenarnya bulan Agustus lalu kita hampir panen, namun gagal dengan karena cuaca dan bisa diprediksi sekitar 1 ton,” tuturnya.

Target kedepan untuk pemenuhan pasar bukan hanya di Kota Palu, melainkan seluruh Sulawesi hingga Kalimantan. Dirinya berharap semoga adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah ini bisa maju dan berkembang.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas