KONFRENSI PERS - Wakapolres Tolitoli saat menggelar konfrensi pers di aula di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli. (Foto: Rahmadi Manggona)
  • Polres Tolitoli Ungkap Kasus Penggelapan Dana Qurban Alumni SMPN Lalos

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tolitoli, telah mengungkap kasus dugaan tindak pidana penggelapan dana pembelian sapi untuk pelaksanaan qurban oleh para alumni SMP Negeri Lalos. Dikasus dugaan penggelapan ini, penyidik Satreskrim Polres Tolitoli telah menetapan seorang tersangka yakni Kamaludin alias Kamal (52).

Wakapolres Tolitoli,  Kompol F.Tarigan.SH mengungkapkan kasus dugaan penggelapan itu mengenai pembelian tiga ekor sapi untuk pelaksanaan pembagian daging kurban, yang dilaksanakan alumni SMP  Negeri Lalos.

“Dalam kasus ini, Polisi telah menetapkan Tsk bernama Kamaludin alias Kamal (52),” ungkap Wakapolres didampingi Kasubbag Humas Iptu Anshari Tolah dan Kasat Reskrim Iptu Rijal. SH dalam konfrensi pers yang berlangsung  di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli, Jumat, 3 September 2021, medio pekan kemarin.

Lanjut Wakapolres Tarigan menjelaskan kronologis kasus dugaan penggelapan  yang dilakukan Kamal (52), berawal dari pembentukan  panitia qurban oleh para  Alumni sekolah dengan metode mengumpulkan anggota yang akan ikut berqurban dan masing-masing anggota dimintai sejumlah uang sebagai persyaratan qurban.

Setelah terbentuk selanjutnya panitia sepakat dan mempercayakan untuk mencari sekaligus membeli sapi qurban sebanyak tiga ekor kepada tersangka Kamal. Untuk pembelian tiga ekor sapi tersangka telah menerima uang senilai Rp 27.000.000.

 “Modusnya, pelaku menemui pemilik sapi dan menyatakan untuk membeli tiga ekor sapi. Setelah terjadi kesepakatan harga, tersangka memberikan uang tanda jadi kepada pemilik sapi sebesar Rp 3 juta dan sisa pembayaran akan diserahkan secepatnya,” kata Wakapolres.

Tapi setelah menunggu beberapa minggu, pelaku tidak meberikan sisa uang pembayaran tiga ekor sapi sesuai kesepakatan, sehingga pemilik sapi  merasa dirugikan langsung melapor ke Polres Tolitoli.

“Motif tersangka melakukan penggelapan dana kurban milik para alumni SMP Negeri Lalos itu karena terdesak untuk membayar hutang,” tutup Wakapolres.

Saat ini tersangka dan barang bukti berupa kwitansi penerimaan dana telah damankan di Mapolres Tolitoli dan perbuatanya dijerat dengan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.

Reporter: Aco Amir – Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas