Plt Kepala BPS Sulteng, Jefrie Wahido (kiri) dalam suatu kesempatan. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dari dua kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu tercatat mengalami inflasi sebesar 0,49 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,13 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,11 persen.

Plt Kepala BPS Sulteng, Jefrie Wahido mengatakan bahwa pada bulan Agustus 2021 inflasi gabungan dua kota di Provinsi Sulawesi Tengah adalah sebesar 0,36 persen. Di mana inflasi tahun kalender dari Desember 2020 hingga Agustus 2021 sebesar 1,11 persen.

“Kalau untuk inflasi tahun ke tahun dari Agustus 2020 hingga Agustus 2021 sebesar 1,89 persen,” katanya belum lama ini saat menggelar kegiatan pemaparan terkait dengan kondisi perekonomian di Sulteng melalui Channel YouTube.

Sementara itu, Jefrie mengungkapkan untuk Kota Luwuk pada bulan ini mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dengan inflasi tahun kalender sebesar 1,05 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 0,97 persen

“Inflasi pada bulan Agustus 2021 dipengaruhi oleh naiknya indeks harga pada kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen, diikuti oleh kelompok transportasi (1,13 persen), kelompok pendidikan (0,70 persen),” ungkapnya.

Lanjut dia, untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,60 persen. Kemudian, disusun oleh kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sekitar 0,14 persen.

“Kalau kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,05 persen), serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,01 persen). Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya serta kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,36 persen dan 0,18 persen,” ujarnya.

“Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih terpantau belum mengalami perubahan,” ujarnya menambahkan.

Dari 90 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Di mana inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 0,62 persen dan terendah di Kota Tanjung sebesar 0,01 persen.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas