Muhammad. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Level 3, masyarakat di 16 kecamatan 158 desa dan 9 kelurahan yang ingin mengetahui data penerima bantuan sosial tak perlu lagi berkerumun atau berkunjung ke Dinas Sosial.

“Ada program Kementerian Sosial namanya itu aplikasi cek bansos, cukup dengan modal jaringan internet dan HP, kita sudah bisa mengakses dari rumah data kita, apakah menerima bantuan atau tidak,” kata kadis Sosial Muhammad, di kantornya Kamis 2 September 2021.

“Jadi tak perlu lagi ramai-ramai datang ke kantor dinas sosial menanyakan bantuan,” sebutnya lagi.

Mantan Camat Banawa ini menjelaskan aplikasi bansos adalah program Kementerian Sosial yang kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh dinas kabupaten/kota seluruh Indonesia agar membantu penerapan program berbasis teknologi ini.

Di aplikasi bansos ditujukan bagi masyarakat umum, khususnya bagi masyarakat yang telah terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS), dan untuk masuk ke aplikasi bansos masyarakat harus mengunduh aplikasi cek bansos milik Kementerian Sosial melalui playstore.

“Modalnya harus ada jaringan dan punya HP android, kemudian masuk ke playstore setelah itu masuk ke link Kementerian Sosial cek bansos, pasti akan muncul menu profil, menu cek bansos, menu tanggapan dan menu daftar usulan, tinggal klik saja salah satunya,” bebernya.

“Setelah mengunduh aplikasi cek bansos, kemudian warga diarahkan membuat akun dulu, semua akan otomatis, kita tinggal mengisi saja sesuai data pribadi asli, (NIK,KK, dan lain-lain), jadi kalau salah pengisian data secara otomatis sistem akan menolak,” jelasnya.

Ditambahkannya lagi jika nantinya warga telah berhasil mengakses aplikasi cek bansos, Kementerian Sosial secara otomatis akan memerintahkan dinas sosial kabupaten untuk mengkroscek langsung data warga berdasarkan titik koordinat yang sudah dimasukan dalam aplikasi cek bansos.

“Kalau warga sudah berhasil akses aplikasi bansos, kemudian kementerian perintahkan kami lagi cek keberadaan warga yang mengakses berdasarkan titik koordinat, melihat langsung keberadaannya, kemudian kita laporkan lagi ke Kementerian Sosial, begitu prosesnya, ya tugas kami di kabupaten hanya memverifikasi usulan dan sanggahan dari masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas