Jefri Wahido. (Foto: Tangkapan layar)

Palu, Metrosulawesi.id – Nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan hasil survei BPS Sulteng selama Agustus mengalami kenaikan sebesar 0,68%.

“Dari hasil pemantauan harga penjualan komoditas hasil pertanian di tingkat produsen, biaya produksi, dan konsumsi rumahtangga terhadap barang dan jasa di wilayah perdesaan,” kata Plt Kepala BPS Sulteng, Jefri Wahido, Rabu (1/9/2021).

Selanjutnya, kenaikan yakni dari 100,08 pada Juli 2021 menjadi 100,76 pada Agustus 2021. Hal ini, kata dia, disebabkan perubahan indeks harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan dengan kenaikan perubahan indeks harga yang dibayar petani.

“Selama Agustus 2021, indeks harga yang diterima petani tercatat 110,92 atau naik sebesar 0,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 109,89,” ungkapnya.

Peningkatan ini, lanjut dia, dipengaruhi oleh naiknya (It) beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 1,06 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,72 persen, serta subsektor perikanan naik sebesar 0,79 persen.

“Sedangkan, Indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh komponen pengeluaran baik untuk konsumsi rumahtangga maupun fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian,” sebutnya.

Sementara itu, ia mengatakan untuk indeks harga yang dibayar petani selama Agustus 2021 seluruh subsektor mengalami peningkatan sebesar 0,26 persen dibanding bulan sebelumnya.

“Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya (Ib) beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan naik sebesar 0,22 persen, subsektor hortikultura sebesar 0,23 persen,” ujarnya.

“Kemudian, disusul pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 0,30 persen, subsektor peternakan 0,28 persen, dan subsektor perikanan naik sebesar 0,19 persen,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas