SOSIALISASI - Mahasiswa Faperta Untad, Axel Riyandi Tampa’I, Ahmad Anshory dan Syalzhabillah (depan), foto bersama masyarakat penyintas bencana yang tinggal di Huntap Tondo. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Tiga orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Faperta Untad) melakukan pendampingan kepada sejumlah penyintas bencana gempa yang tinggal di Hunian Tetap (Huntap) Tondo Palu.

Ketiganya tergabung dalam Tim Mahasiswa Agriculture Research and Development (Agriculture R&D). Pelaksanaanya dalam rangka Program Aksi Muda Indonesia yang dilaksanakan oleh PT. Astra.

Formasi tim mahasiswa Untad terdiri dari Axel Riyandi Tampa’I, Ahmad Anshory dan Syalzhabillah yang berhasil masuk top 12 dalam program tersebut di bawah bimbingan Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Faperta Untad, Dr Ir Rustam Abd. Rauf SP MP IPM. Saat ini, Axel dan dua rekannya menempuh pendidikan program studi Agroteknologi angkatan 2018.

Program Aksi Muda Astra diikuti ratusan perwakilan Universitas di Indonesia dan hanya meloloskan 12 tim terbaik, salah satunya dari Faperta Untad. Bagi yang lolos bisa mendapatkan pendanaan dalam bidang Income Generating Activity.

Pendampingan yang dilakukan mahasiswa Faperta Untad salah satunya pelatihan kepada masyarakat Huntap Tondo. Tujuannya agar penyintas bisa menjalankan usaha dengan baik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Usaha yang akan dibuat yaitu pembuatan jamu celup, dengan nama brand “NARASA JAMU”. Sebelum mengajukan program ini dalam bentuk proposal, mahasiswa dengan bimbingan dari dosen pembimbing, melakukan identifikasi masalah dan pertemuan dengan khalayak sasaran,” ujar Syalzhabillah, Selasa, 31 Agustus 2021.

Dikatakan, ide untuk membuat usaha jamu celup dengan sasaran yaitu ibu rumah tangga. Saat ini, katanya, program tersebut sudah berjalan hingga tahap sosialisasi dan rencananya akan melakukan produksi dalam waktu dekat ini.

“Harapan kami dari program ini, ibu rumah tangga sebagai khalayak sasaran, dapat memiliki kelompok usaha yang berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, agar dapat meningkatkan taraf perekonomian dan menjadi wadah kreasi,” tandas Syalzhabillah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas