AKBP Yudie S. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Terkait Jemput Paksa oleh Pansus Hak Angket

Donggala, Metrosulawesi.id – Niat pansus hak angket untuk memanggil paksa pihak terkait yang tidak mengindahkan panggilan pansus hak angket tidak bisa dilakukan.

Kapolres Donggala AKBP Yudie S, Kamis (26/8/2021) mengatakan, persoalan panggil paksa sudah dikoordinasikan dengan Polda Sulteng.

“Iya itu masih jabatan kapolres sebelumnya, permintaan panggil paksa DPRD sudah dikoordinasikan ke Polda Sulteng, suratnya DPRD  terkait permintaan panggil paksa sudah kami balas, silahkan konfirmasi ke ketua DPRD saja, ya,” kata Kapolres AKBP Yudie S, yang mengganti kan Kapolres sebelumnya, AKBP Wawan Sunarwirawan.

Terpisah, Ketua DPRD Donggala, Takwin yang dikonfirmasi Selasa (30/8/2021) membenarkan telah menerima surat balasan dari Polres Donggala.

“Iya sudah kami terima, surat dari Polres pada tanggal 30 Agustus dengan nomor surat B./341./VIII/2021/Reskrim, ya isinya Polres menolak permintaan DPRD untuk memanggil paksa,” sebut Takwin.

“Salah satu isi surat dari Polres menekankan upaya pemanggilan secara paksa adalah upaya perampasan hak pribadi seseorang yang hanya dikenal dalam proses hukum pidana yang diatur secara jelas dalam kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengenai prosedur penggunaanya dan tidak diperbolehkan untuk tindakan selain penegakan hukum,” kata Takwin membacakan isi surat Polres Donggala.

Sementara itu Ketua Pansus hak angket Abd Rasyid mengatakan menghormati keputusan Polres, karena itu hak institusional Polri.

“Karena DPRD hanya menyurat meminta bantuan sesuai UU 23 tahun 2014, jika tidak dipenuhi tentu kita harus hormati sesuai kewenangan yang ada,” singkatnya.

Diketahui, DPRD Donggala meminta bantuan panggilan paksa terkait pansus hak angket. Permintan bantuan panggil paksa DPRD dilakukan dalam bentuk surat  yang ditujukan kepada Polres Donggala. Surat DPRD bernomor 332.170/Um/DPRD/VII/2021 tertanggal 19 Juli 2021 baru memperoleh jawaban dari Polres Donggala pada tanggal 30 Agustus 2021.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas