LOKAKARYA - Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Untad melaksanakan Lokakarya Manajemen Riset dan Pengembangan serta Managemen Laboratorium di Palu, Senin, 30 Agustus 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin, mengungkapkan ada lima program studi (prodi) di Universitas Tadulako lolos mengikuti Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

PKKM merupakan program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Masing-masing perguruan tinggi yang lolos mengikuti PKKM mendapat bantuan dana dengan nominal yang telah ditetapkan. Tujuan PKKM sebagai akselerasi Kampus Merdeka untuk mendorong transformasi dan inovasi perguruan tinggi pada basis program studi.

“Alhmadulillah, Untad dapat dan lolos lima prodi yaitu Biologi Fakultas MIPA, Agroteknologi Faperta, Teknik Sipil Fakultas Teknik, Fisika FKIP dan Akuntansi Fekon,” ungkap Lukman saat kegiatan Lokakarya Manajemen Riset dan Pengembangan serta Managemen Laboratorium Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Untad di Palu, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurut Lukman, dari lima prodi tersebut, Agroteknologi salah satu yang memiliki SDM luar biasa mengacu dedikasi dalam mengawal dan membuat proposal untuk keikutsertaan mengkuti PKKM.

“Program Kampus Merdeka tidak serta merta diberikan kepada pihak kampus, tetapi kampus harus membuat proposal untuk dinilai kredibilitasnya,” ujar Lukman.

Dia mengatakan sejak diluncurkan Program Kampus Merdeka, mahasiswa bisa memanfaatkan satu sampai enam semester untuk berkuliah di prodi berbeda ataupun perguruan tinggi yang sama/berbeda serta dapat mengikuti magang di perusaahna swasta berdasarkan delapan pilar kampus merdeka.

“Prodi Agroteknologi harus menjadi lokomotif agar menarik program studi lain untuk managemen riset dan lab sehingga bisa bersama-sama bergerak dengan prodi lain. Lab dan riset merupakan dua bagian yang tidak bisa dipisahkan. Laboraturium di kampus harus baik karena sebagai simbol kemajuan peradaban kampus,” tandas Lukman.

Dekan Faperta Untad, melalui Wadek Bidang Umum dan Keuangan Dr Rustam Abdul Rauf SP MP, mengakui lokakarya merupakan salah satu rangkaian kegiatan mengingat Untad menjadi pemenang PKKM yang salah satunya Prodi Agroteknologi.

“Kegiatan ini sangat menarik, tentunya riset membuat kita mengetahui bagaimana melakukan penelitian di Lab Faperta melalui bidang umum dan keuangan mendukung untuk riset tahun ini dengan anggaran sebesar Rp640 juta yang rencananya Rp500 jutaan untuk penelitian/pengabdian tahun depan. Tahun ini aktivitas akan dianggarkan untuk kebutuhan lab namun masih terkedala dengan pandemi sehingga perlu dilakukan secara daring,” ucap Rustam.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas