Romy Sandy. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Sosial Kota Palu tengah berupaya mengumpulkan data keluarga korban jiwa akibat Covid-19 atau virus corona.

Kepala Dinas Sosial Palu, Romy Sandy mengatakan, pengumpulan data itu sebagai langkah guna menyalurkan santunan sosial kepada keluarga yang ditinggalkan.

Santunan tersebut tutur dia bukan dari Dinsos Palu, tetapi bersumber dari Kementerian Sosial RI.

“Kami bertugas sebagai tim pengumpulan dan verifikasi data serta nantinya penyaluran (santunan duka),” ucap Romy Sandy ditemui di ruangannya, Senin, 30 Augustus 2021.

Mekanisme pengumpulan data disebut Romy, dengan meminta data meninggal dunia akibat Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Palu. Setelah itu, pihaknya bermohon ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Palu guna merincikan berapa anggota keluarga korban jiwa.

“Kami punya tim verifikasi lapangan agar datanya nanti sesuai dan tepat sasaran,” kata Romy.

Di samping itu, Dinsos Palu saat ini masih menunggu realisasi pemberian data keluarga korban yang telah diajukan pada Jumat pekan lalu.

“Belum tahu kapan (diberikan data keluarga korban), kemungkinan besok (Selasa) sudah ada, insyaallah,” tuturnya.

Dilansir dari perolehan data Dinsos Palu, tercatat sebanyak 187 orang meninggal dunia dari ganasnya pagebluk corona, per 20 Agustus 2021. Data ini tentu fluktuatif atau bertambah seiring jalannya waktu, seperti terhitung sembilan hari lalu jika dihitung dari hari Jumat-Senin ini.

Sehingga Romy menambahkan, akan memasukkan ke tahap berikutnya atas program Kementerian Sosial RI melalui Surat Edaran (SE) tanggal 9 Agustus 2021, tentang pengiriman data keluarga korban jiwa akibat Covid-19 atau virus corona.

Namun Romy tak merincikan bentuk santunan duka tersebut, karena Dinsos Palu hanya ditugaskan mengirimkan data calon penerima.

“Khusus program ini kan baru tahap awal, jadi kami tidak tahu seperti apa bentuk santunannya. Sementara di Dinsos Sulteng kami hanya minta surat rekomendasi (pengiriman data) saja. Jadi datanya langsung dikirim ke Kemensos RI,” jelasnya.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas