(Kedua dari kiri) Regional CEO Kanwil BRI Manado, John Sarjono saat memberikan penjelasan kepada sejumlah petani yang merupakan binaan BRI di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui kredit Usaha rakyat (KUR) dengan cara memberdayakan petani khususnya yang ada di Kabupaten Sigi.

Dalam kunjungannya ke wilayah Kabupaten Sigi, Regional CEO Kanwil BRI Manado, John Sarjono menjelaskan lewat konsep pembiayaan seperti ini diyakini bahwa sektor pertanian akan mampu bertahan dan tetap tumbuh di masa pandemi covid 19.

“Sistem yang digunakan ialah klaster atau kelompok. Contohnya binaan BRI Poktan Sintuvu Maroso yang ada di Desa Maku, Kecamatan Dolo ini memproduksi komoditas tanaman agung dengan anggota sekitar 30_an petani,” jelasnya, Jumat (27/8/2021).

Dihadapan para petani, John menginginkan gagasan terkait pembiayaan usaha harus dimanfaatkan dengan sangat baik. Menurutnya, pilihan terhadap komoditas tanaman jagung karena konsumsi dalam negeri hingga kini masih mengandalkan impor.

“Penyebab utama juga adalah pola tanam para petani jagung berkesinambungan. Terkadang kalau banyak panen harga pasti jadi turun, begitu pula sebaliknya jika panen sedikit harga jagung naik. Oleh karena itu, jawabannya ialah harus kompak diantara kelompok tani,” ujarnya.

Pihak BRI selalu mendukung masyarakat dalam hal pengembangan sektor ekonomi melalui dua program andalan yakni Kemitraan dan kredit usaha rakyat (KUR). Apalagi, lanjut dia, ditambah dengan pemberian bunga yang ditawarkan kepada debitur hanya sekitar 6% per tahun.

“Kemudian kalau tentang KUR itu, kami anggap merupakan kredit paling sederhana. Cukup membawa persyaratan seperti KTP, Kartu Keluarga, surat keterangan usaha ataupun kepemilikan lahan. Tidak ada syarat lain dan ini adalah program dari pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, John Sarjono mengatakan bahwa jumlah penyaluran KUR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sesuai data tercatat di Provinsi Sulawesi Tengah terhitung sejak Januari sampai dengan Agustus 2021 kurang lebih mencapai sekitar Rp1,4 triliun.

“Penyaluran KUR diberikan kepada 48 ribu debitur penerima (UMKM) khusus Sulteng. Program ini begitu sangat membantu pengusaha kecil, sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata untuk bangkit kembali di tengah kondisi pandemi,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas