DAMPAK BANJIR - Tampak dampak bajir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, pada Senin, 30 Agustus pagi. (Foto: Ist)
  • 88 Rumah Terendam Lumpur, 179 Warga Dievakuasi

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Datu Pamusu, mengungkapkan akses ke Desa Rogo, Kabupaten Sigi sudah bisa dilalui kendaraan pasca dilanda banjir bandang pada Ahad, 29 Agustus malam. Pihaknya bersama dinas terkait menarget pemulihan dampak banjir bisa selesai dalam dua hari.

“Alhamdulillah sudah tertangani jalan yang putus, jembatan juga sudah bisa dilalui. Anggota kami lagi melakukan assesment,” ungkapnya, Senin, 30 Agustus 2021.

Datu mengatakan sejumlah alat berat BPBD masih berada di lokasi bencana melakukan pembersihan material kayu dan lainnya. Masyarakat juga turut bergotong royong dan saling membantu membersihkan material-material bajir.

Laporan terakhir yang diterima banjir bandang dampak curah hujan dengan intensitas tinggi hingga air meluap di sungai Rogo mengakibatkan tanggul jebol dan membawa material kayu serta batuan.

Dua jembatan sempat tak bisa dilewati karena tertutup batang-batang pohon dan material lainnya. Sementara ada kurang lebih 88 rumah warga terendam material lumpur dengan ketinggian berbeda-beda.

Banjir bandang melanda dua dusun di Desa Rogo yaitu Dusun I dan IV, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Datu bersyukur tidak ada korban jiwa akibat banjir di dua dusun tersebut. BPBD Provinsi Sulteng dipastikan akan tetap menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat.

“Kita imbau masyarakat tetap waspada dengan curan hujan yang masih tinggi,” ujar Datu Pamusu.

Terpisah, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu Andrias Hendrik Johanes mengatakan, sebanyak 179 warga terdampak banjir di Desa Rogo tersebut.

“Dari hasil asesmen tim kami di lapangan, sekitar 57 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Dusun I dan IV. Banjir membawa material lumpur dan potongan kayu dan batu,” katanya.

Sebagai upaya pertolongan kepada warga, Basarnas mengerahkan enam personel ikut membantu proses evakuasi warga ke sekurangnya 179 jiwa warga di Desa Rogo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah terdampak banjir bandang.

Sebelumnya, BPBD Provinsi Sulteng kembali mengingatkan masyarakat agar waspada cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Sulawesi Tengah hingga beberapa waktu kedepan.

“Dengan kondisi cuaca masuk kategori ekstrem kita imbau masyarakat tetap waspada,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulteng, Datu Pamusu Tombolotutu, Jumat, 18 Juni 2021.

Dia mengatakan ada beberapa daerah dengan potensi ancaman bencana yaitu Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tolitoli, dan Poso. Masyarakat di lima wilayah tersebut diminta harus ekstra waspada.

“Sesuai dengan kondisi secara geologi dan geografis harus waspada bencana banjir dan longsor,” ujar Datu Pamusu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas