SALURKAN KUR - Menko Airlangga Hartato (kanan) bersama Gubernur H Rusdy Mastura (tengah) di sela acara penyalurkan KUR di Kota Palu, Jumat 27 Agustus 2021. (Foto: Admin Pimpinan)
  • Gubernur Berharap Bank Tak Hambat Debitur

Palu, Metrosulawesi.id – Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Tengah sejak Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021 telah mencapai Rp1,96 triliun dengan penerima sebanyak 51.539 debitur.

“Pemerintah berharap dalam penanganan pemulihan ekonomi ini KUR bisa terus didorong. Apalagi Provinsi Sulawesi Tengah potensi hortikulturanya luar biasa,” kata Menko Airlangga Hartato pada acara penyalurkan KUR di Palu, Jumat 27 Agustus 2021 lalu.

Kegiatan ini bertujuan agar Pemerintah Daerah serta Lembaga Penyalur KUR dan Penjamin KUR dapat turut mendorong penyaluran KUR dalam rangka untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Ini merupakan upaya Pemerintah yang seimbang antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. KUR saat ini bunganya disubsidi 3 persen sampai akhir tahun ini dan kami sedang bicara dengan OJK agar restrukturisasi ini bisa dilanjutkan,” katanya.

“Perbankan diharapkan dapat lebih mendorong usaha kecil, menengah dan mikro. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, jumlah kredit yang disalurkan untuk UMKM harus naik menjadi 30 persen tahun 2024, yang artinya dari total kredit, 30 persen adalah UMKM,” tambah Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengatakan, porsi penyaluran KUR di Provinsi Sulawesi Tengah selama tahun 2021 per sektor terbesar disalurkan pada sektor perdagangan sebesar 41,92 persen, dan disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan 39,67 persen, serta jasa-jasa 10,49 persen.

Sektor pertanian merupakan salah satu andalan bagi perekonomian di Sulteng. Penyaluran KUR pertanian jagung misalnya, sejak Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021 mencapai Rp36,05 miliar yang disalurkan kepada 1.662 debitur.

Tiga daerah tertinggi yang menerima penyaluran KUR di Provinsi Sulawesi Tengah yakni Kabupaten Buol sebesar Rp16,1 miliar, Parigi Moutong Rp4,01 miliar, dan Banggai Rp3,06 miliar.

“Pemerintah terus berkomitmen mengoptimalkan penyaluran KUR bersama stakeholders penyalur dan penjamin KUR yaitu: BRI, BNI, Bank Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo,” katanya.

KUR 2021 diprioritaskan untuk mendukung korporatisasi petani dan nelayan, serta disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR Khusus. Hingga 23 Agustus 2021, realisasi penyaluran KUR Pertanian telah mencapai Rp50,3 triliun atau 71,8 persen dari target Rp70 triliun.

Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura mengapresiasi atas perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan jajaran yang telah menginisiasi kebijakan KUR.

“Kami berharap penyaluran KUR di daerah ini dapat lebih ditingkatkan lagi di waktu-waktu yang akan datang guna memberdayakan usaha-usaha rakyat,” ucapnya.

Ia pun berharap bank-bank penyalur KUR agar pelaksanaan di lapangan juga harus sesuai dengan ketentuan KUR, yaitu mudah, sederhana dan tidak ada syarat tambahan yang menghambat debitur memperoleh kredit.

“Penyaluran KUR saya nilai sebagai jalan keluar untuk membangun daerah tanpa harus mengambil porsi dari dana-dana pemerintah daerah yang terbatas,” pungkasnya.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas