Takwin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Takwin: Jangan Berlebihan Menilai Hak Angket

Donggala, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Donggala, Takwin mengatakan, proses hak angket akan terus berjalan. Hasil hak angket akan menjadi rekomendasi DPRD yang akan dikirim ke Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya MA yang akan menentukan bisa atau tidak.

“Apakah benar pendapat DPRD, bupati melanggar peraturan perundang-undangan? MA yang menilainya. Oleh karena itu, jangan berlebihanlah melihat hak angket,” kata Takwin yang ditemui usai menghadiri sidang mediasi di Pengadilan Negeri Donggala, Jumat 27 Agustus 2021.

Takwin lalu, mencontohkan mantan presiden SBY pernah di-hak angket.

“Apakah jatuh? Kan tidak. Janganlah berlebihan menanggapi hak angket. Saya sarankan ke para penggugat DPRD untuk jalan-jalan ke DPRD baca-baca dokumen DPRD. Kami tak punya niat jatuhkan bupati. DPRD hanya mengeluarkan rekomendasi. Nanti MA yang mengujinya bisa atau tidak. Dibenarkan atau tidak,” jelasnya.

Takwin yang dimintai keterangan usai menjalani proses mediasi kaukus itu, menegaskan, pihaknya meminta penggugat mencabut gugatannya. Sebab menurutnya jika menuruti permintaan penggugat yang meminta hak angket dihentikan sangatlah tidak mungkin.

Andi Aulia. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“DPRD hanya menawarkan cabut gugatan. Kenapa? Kalau menuruti penggugat hentikan hak angket sangat tidak mungkin kami lakukan, justru masyarakat yang akan gugat kami, jika hak angket dihentikan. Kepercayaan masyarakat terhadap DPRD akan hilang,” katanya.

“Hak angket tetap dilaksanakan apapun hasilnya. Diproses ini kan masih menduga kebijakan bupati apakah melanggar atau tidak? Kalau penggugat katakan hak angket bikin ribut masyarakat, kalau bicara Donggala mana yang ribut gara-gara hak angket?,” tambahnya.

Hakim mediator, PN Donggala, Ni Kadek telah melakukan proses mediasi antara lima penggugat dengan tergugat (25 anggota DPRD) secara terpisah.

“Mediasi Kaukus telah selesai dilakukan majelis hakim mediator ibu Ni Kadek, Jika pada Rabu kemarin (25/8) penggugat (5 warga masyarakat) sudah memberikan penjelasannya, kemudian tergugat yang diwakili oleh ketua DPRD Takwin juga sudah memberikan penjelasan kepada majelis hakim mediator,” kata Humas PN Andi Aulia.

“Proses selanjutnya penggugat dan tergugat dipertemukan kembali oleh hakim mediator secara bersama pada 3 September mendatang, agenda masih mediasi, jika deadlock, maka lanjut ke persidangan,” sebutnya lagi.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas