AKBP Yudie S. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Diduga Langgar Prokes, Kasman Berdalih Untuk Jaga Immun

Donggala, Metrosulawesi.id – Sebuah video viral, memperlihatkan Bupati Donggala Kasman Lassa sedang bernyanyi dan berjoget di sebuah pesta. Kasman tidak sendiri. Dia bersama sejumlah warga lainnya berkerumun, tenggelam dengan irama dangdut.

Yang memprihatinkan, sebagian dari mereka dalam video berdurasi 20 detik itu tak mengenakan masker dan tidak menjaga jarak. Kondisi ini diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) penanganan Covid-19 yang sedang getol-getolnya dilaksanakan.

Kapolres Donggala, AKBP Yudie S, mengatakan akan menyelidiki video yang viral tersebut.

“Iya berikan kepercayaan kepada polisi. Kasus video bupati bernyanyi sambil joged sekarang dalam proses penyelidikan. Salah satunya akan memanggil ketua panitia pesta pernikahan,” kata Yudie S saat ditemui di kantornya, Jumat 27 Agustus 2021.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Donggala itu belum bisa memastikan, apakah hal itu melanggar Prokes atau tidak.

“Video bupati itu apakah melanggar prokes? Kita masih melakukan penyelidikan mengumpulkan bukti. Harus tahu juga kronologisnya. Teknisnya, nanti Kasat Reskrim dan Intel,” sebutnya.

Kapalres mengatakan, wilayah Kabupaten Donggala, masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Olehnya ia meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Donggala bersama memerangi penyebaran covid-19.

“Saya berharap kejadian kemarin (video viral bupati joget di pesta) tidak terjadi lagi kerumunan tanpa prokes. Kami juga mengimbau peran serta masyarakat dalam memerangi penyebaran covid,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Donggala Kasman Lassa yang dikonfirmasi mengenai hal itu, mengakui adanya hiburan di sebuah pesta di daerah Tanjung Batu yang dihadirinya. Dia berdalih hiburan itu perlu untuk meningkatkan imun masyarakat di tengah Pandemi Covid-19.

Seperti diketahui sebuah video viral di media sosial, dimana Bupati Donggala menghadiri sebuah pesta dan berjoget sambil bernyanyi. Lokasi pesta yang dihadiri Bupati Kasman di daerah Tanjung Batu, Kabupaten Donggala. Pesta itu sendiri digelar Kamis (26/8) siang.

JOGET BERSAMA – Bupati Donggala, Kasman Lassa berjoget bersama sejumlah warga di sebuah pesta pernikahan di Labuan Bajo, Donggala, Kamis 26 Agustus 2021. (Foto: Tangkapan layar)

Video viral itu mengundang berbagai reaksi. Kebanyakan menyayangkan karena pesta itu digelar di masa Pandemi Covid-19.

Menanggapi itu, Kasman mengaku di acara itu sudah mengingatkan para undangan untuk mematuhi protokol kesehatan dan membagikan masker.

“Saya sebelumnya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat, pertama bahwa protokol kesehatan kita harus letakkan di atas segalanya. Yang kedua, kita harus tingkatkan imun masyarakat, salah satunya hiburan. Bagaimana kalau orang semengatnya menurun dibangkikan dengan lagu, diajak berjoget, keluar keringat,” kata Bupati.

Dia menegaskan lagi hiburan itu salah satu cara meningkatkan imun seseorang.

“Jadi salah satu cara meningkatkan imun adalah hiburan, jangan dilarang kalau hiburan. Tetapi harus dengan cara protokol kesehatan,” kata Kasman.

Tentang orang-orang tidak memakai masker sambil berjoget, Kasman mengatakan sebelumnya telah membagikan masker.

“Saya membagikan masker sebelum menyanyi. Jadi masyarakat senang, bangkit semangatnya, sampai berkeringat dengan lagu-lagu hot dangdut,” kata Bupati Kasman.

Kasman mengatakan, daerah Tanjung Batu yang menjadi tempat pesta sebelumnya adalah zona merah Covid-19 dan sekarang sudah zona hijau. Menurutnya di Donggala yang terkontaminasi Covid-19 sebanyak 1.314 orang, dimana dari jumlah itu sebanyak 947 orang telah sembuh, 319 dalam perawatan, 306 isolasi mandiri, dan hanya 39 orang meninggal dunia.

Kasman mengatakan setiap daerah memiliki cara sendiri dalam menerjemahkan aturan pencegahan penyebaran Covid-19. Yang dia lakukan antara lain koordinasi rutin dengan Forkopimda dan masyarakat, melibatkan masyarakat sebagai relawan, dan meniadakan pos-pos penjagaan di wilayah Donggala.

“Pos-pos penjagaan saya tiadakan, karena membuat kerumunan, tidak ada lagi antre untuk pemeriksaan. Sehingga Donggala sekarang turun level jadi level tiga. Jadi harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak kaku,” kata Kasman.

Reporter: Syahril Hantono – Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas