Kepala DTPH Sulteng, Trie Iriany Lamakampali dalam Webinar yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Untad, belum lama ini. (Foto: Tangkapan layar)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulteng menyebut saat ini daerah ini sudah memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai.

Demikian disampaikan Kepala DTPH Sulteng, Trie Iriany Lamakampali dalam Webinar yang diselenggarakan Fakultas Pertanian Untad, “Bersinergi dan Berinovasi untuk Pertanian Berkelanjutan” dengan topik, Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian Selama Masa Pandemi Covid-19 belum lama ini.

“Meskipun belum memenuhi secara kompherhensif ekspektasi kita secara menyeluruh terhadap komoditi ini. Produksi kedelai daerah sejatinya sudah bisa memenuhi konsumsi yang dibutuhkan masyarakat kita,” katanya.

Tri mengatakan antara kebutuhan dan konsumsi daerah sudah sangat berimbang. Dengan kata lain, ia mengatakan produksi yang masih terbatas, sehingga pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi lewat skema-skema kebijakan startegis kedepannya.

“Produksi kita 17.779 ton sesuai denga RPJMD 2016-2021, ini perlu ditekankan.  Kita tetap berorientasi kepada NKRI, sehingga kebutuhan provinsi lain bahkan Indonesia juga harus dipikirkan. Ini juga sesuai dengan tujuan dari pemerintah pusat,” tutur Tri Iriany Lamakampali.

Diharapkan, kedepannya para petani kedelai terus meningkatkan motivasi untuk melakukan penanaman kedelai. Disamping itu penyuluh, BPP, di tingkat desa harus digerakkan sebagai pionir terobosan pertanian yang kekinian.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas