Irjen Rudy Sufahriadi. (Foto: Ist)
  • Rudy Sufahriadi, Dua Kali Kapolda Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Irjen Rudy Sufahriadi kembali memimpin Polda Sulteng. Inilah kali kedua menjabat Kapolda Sulteng. Rotasi dan mutasi sejumlah perwira telah dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo pada Rabu 25 Agustus 2021.

Sebelum diangkat kembali sebagai Kapolda Sulteng, Rudy Sufahriadi menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Sespim Lemdiklat Polri.

Irjen Rudy menggantikan Irjen Abdul Rakhman Baso yang mengisi jabatan perwira tinggi Korbrimob Polri dalam rangka pensiun.
Rudy Sufahriadi tidak asing di Sulteng. Dia adalah salah satu aktor dalam menanggulangi kasus terorisme di Poso pada periode 2005-2007.

Saat menjabat sebagai Kapolres Poso, wilayah Kabupaten Poso dalam kondisi rawan karena adanya terorisme. Dia bahkan nyaris menjadi korban penembakan teroris. Saat dia baru menjabat dua bulan sebagai Kapolres.

Kejadian penembakan tersebut terjadi 24 Januari 2006, setelah ia selesai menunaikan salat Subuh berjamaah di Masjid Raya Poso. Saat itu, dua orang yang mengendarai Motor RX King mendekati Rudy untuk melontarkan tembakan. Namun, ia berhasil lolos dari serangan tembakan teroris.

Selama penugasan di Poso, terbilang cukup baik. Operasi Tinombala yang berada di bawah tanggung jawabnya, polisi berhasil menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Santoso alias Abu Wardah.

Selain menangani MIT Poso, Rudy juga berhasil mengungkap kasus mutilasi 3 siswi Kristen di Poso kala itu.

Setelah memimpin Poso, karirnya moncer sebagai seorang perwira. Pada 2007, ia ditarik ke Polda Metro Jaya untuk menangani kasus-kasus kriminal di ibu kota negara sebagai Wakil DIrektur Reserse Kriminal Umum.

Kemudian, ia ditugaskan sebagai Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda Metro Jaya di tahun yang sama. Pengalaman itu yang membuatnya ditarik bertugas sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2010.

Setelah itu, pada 1 Maret 2016 barulah ia menggantikan Brigjen Idham Azis sebagai Kapolda Sulteng hingga 2018 ia dipromosi sebagai Kakorbrimob.

Pada 2019, Rudy menjabat sebagai Asisten Kapolri bidang Operasi. Di tahun yang sama, ia dipercaya memimpin Polda Jabar.

Pada 16 November 2020, Rudy dimutasi dari Kapolda Jawa Barat bersamaan dengan Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy.

Pencopotan Rudy dari kursi Kapolda Jabar diduga terkait dengan kasus kerumunan di Megamendung, Bogor yang dihadiri eks pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab. Kapolda Jabar kala itu dinilai lalai menegakkan protokol kesehatan (prokes). (din/bs)

Ayo tulis komentar cerdas