Moh. Yamin Noho. (Foto: Istimewa)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pengelola, Informasi dan Administrasi Kependudukan, Disdukcapil Kabupaten Parigi Moutong, Moh. Yamin menerangkan, bahwa penggunaan kertas HVS pada penertiban administrasi kependudukan (Adminduk) asli sesuai aturan.

“Perlu diketahui, bahwa perubahan blanko tersebut mengacu pada Pemendagri 109 tahun 2019 tentang formulir dan buku di dalam administrasi kependudukan,” terang Moh. Yamin pada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu 25 Agustus 2021.

Menurutnya, administrasi yang diterbitkan dengan menggunakan kertas HVS itu asli yang ditandai dengan barcode tanda tangan elektronik.

“Sehingga jika masyarakat ingin mengecek keaslian dokumen tersebut barcode itu bisa di-scan menggunakan aplikasi yang bisa diunggah di handphone android,” ujar Yamin.

Selanjutnya kata dia, bahwa Adminduk itu bisa juga pihaknya kirim via email, agar masyarakat bisa mencetaknya sendiri. Akan tetapi karena masyarakat tidak semua memiliki email, maka pihaknya membantu untuk mencetakkan.

“Untuk diketahui, bahwa kami (Disdukcapil) Parimo sudah mengarah pada dokumen elektronik, sehingga pelayanan berbasis digital,” kata dia.

Dia mengatakan, bahwa pelayanan berbasis digital tersebut untuk menekan biaya pembelanjaan pengadaan blangko oleh negara, akibat perubahan-perubahan adminduk yang dilakukan masyarakat. Seperti pergantian Kartu Keluarga (KK), akibat bertambahnya jumlah keluarga, pindah domisili, atau beberapa jenis perubahan lainnya. 

“Sehingga, perubahan tersebut jelas mengupdate juga blangko saat menerbitkan. Penggunaan kertas HVS itu juga sebenarnya ketebalan kertasnya juga berbeda, dari biasanya,” tuturnya. 

Dia mengimbau, masyarakat untuk memperbaharui administrasi kependudukannya jika terjadi perubahan. Seperti, status pendidikan atau pekerjaan, anggota keluarga meninggal dunia, atau telah menikah, dan jumlah anggota keluarga bertambah.

“Sebab, untuk memperbaharui Adminduk itu penting, baik masyarakat itu sendiri dan juga kami (Disdukcapil) Parimo,” tuturnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas