JAM MALAM - Kasat Pol-PP dan Damkar Sigi, Andi Wulur saat sosialisasikan pemberlakuan jam malam kepada masyarakat beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi memperpanjang pemberlakuan jam malam. Pos penjagaan ditambah dari sebelumnya hanya lima pos kini menjadi tujuh pos.

Pemberlakuan jam malam, khususnya di perbatasan antara Kota Palu dan Sigi awalnya ada  lima pos yakni Pos Kalukubula, Pos Karanjalembah 1, Pos Karanjalembah II, Pos Tinggede, dan Pos Baliase.

“Untuk perpanjangan jam malam Sigi menambah dua pos yakni pos di perbatasan Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru dengan Kelurahan Petobo Kota Palu, serta pos menuju BTN Polda,” kata Kasat Pol PP dan Damkar Sigi, Andi Wulur, Rabu, 24 Agustus 2021.

Dijelaskan, perpanjangan pemberlakuan jam malam mengacu pada Instruksi Bupati Sigi Nomor : 443/1016.05/HUKUM/SETDA, tentang perubahan Instruksi Bupati Sigi Nomor : 061/10902/HUKUM/SETDA  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 ditingkat desa untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sigi dan mengacu Surat Edaran (SE) Bupati Sigi Nomor : 4431/1016.10/SETDA, tentang pelaksanaan pemberlakuan jam malam dan pembatasan kegiatan kemasyarakatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sigi.

“Perpanjangan jam malam ini batas waktunya belum ditentukan. Adapun waktu perpanjangan jam malam ini tergantung dari jumlah angka terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

Lanjutnya, dengan adanya permberlakuan jam malam ini, dinilai efektif menurunkan angka terkonfirmasi Covid-19 di Sigi.

Masih kata Kasat, pemberlakuan jam malam di Sigi dimulai pukul 21.00 sampai 01.00 Wita. Adapun petugas jam malam adalah anggota Satpol PP,  Dinas Perhubungan (Dishub) Sigi, TNI dan Polri.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan mengatakan, perpanjangan jam malam didasari turunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sigi. Olehnya jam malam akan diperpanjang.

“Sejauh ini, dengan adanya jam malam serta tak ada pesta pernikahan, kasus positif Covid-19 di Sigi menurun,” kata Bupati Irwan.

Meski demikian, Bupati Irwan berharap, masyarakat terus mematuhi dan mentaati kebijakan ini dan taat protokol kesehatan. Selain pemberlakuan jam malam, warga juga dilarang menggelar acara sosial maupun kegiatan lain yang dapat menimbulkan kerumunan massa di antaranya, hajatan pesta kawin, kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, dan kegiatan lain yang menciptakan kerumunan.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi – Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas