RAKOR - Bupati Sigi, Mohamad Irwan pimpin rakor (rakor) evaluasi penerapan instruksi Bupati Sigi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Pemberlakuan jam malam di Kabupaten Sigi diperpanjang, setelah berakhir 23 Agustus kemarin. Kebijakan jam malam di Sigi diperpanjang sampai waku yang belum ditentukan.

Hal tersebut dikatakan Bupati Sigi, Mohamad Irwan pada rapat koordinasi (rakor) evaluasi penerapan instruksi Bupati Sigi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sigi, Selasa, 24 Agustus 2021. Rakor diikuti secara virtual oleh forkopimda, camat, kades, kepala puskesmas serta OPD terkait.

Sebelumnya, jam malam di Kabupaten Sigi diterapkan dari tanggal 13-23 Agustus 2021 kemarin. Aturan itu tertulis dalam Instruksi Bupati Sigi NOMOR : 061/10902/HUKUM/Setda Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3.

Pemberlakuan jam malam dimulai pukul 21.00 waktu setempat terhadap seluruh aktivitas masyarakat kecuali sektor kesehatan dinilai sangat efektif dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan mengatakan, perpanjangan jam malam didasari turunnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Sigi. Olehnya jam malam akan diperpanjang. “Sejauh ini, dengan adanya jam malam serta tak ada pesta pernikahan, kasus positif Covid-19 di Sigi menurun,” kata Bupati Irwan.

Meski demikian, Bupati Irwan berharap, masyarakat terus mematuhi dan mentaati kebijakan ini dan taat protokol kesehatan.

Jalam Malam di Desa

Bupati Sigi, Mohamad Irwan juga meminta seluruh desa di Kabupaten Sigi untuk menerapkan jam malam. Hal ini terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Kabupaten Sigi.

“Saya minta pemberlakukan jam malam di desa dilakukan. Termasuk memberlakukan pengetatan keluar masuknya orang,” ujar Bupati Irwan.

Bupati instruksikan camat segera melaksanakan rapat bersama kepala desa, tokoh masyarakat serta tokoh adat terkait jam malam yang akan diterapkan di masing-masing desa.

“Paling lambat besok camat harus menindaklanjuti ini dengan melaksanakan rapat bersama kepala desa masing-masing,” tegas bupati.

Bupati mengatakan, sepanjang pemberlakuan jam malam nantinya, pemerintah desa serta Satgas Covid-19 dapat melibatkan Babinkamtibmas serta Babinsa setempat untuk mengawasi aktivitas warga.

“Keberadaan jam malam berlaku untuk semua warga. Terkecuali apabila terjadi hal yang mendesak,” imbuhnya.

Selain pemberlakuan jam malam, warga juga dilarang menggelar acara sosial maupun kegiatan lain yang dapat menimbulkan kerumunan massa. Di antaranya, hajatan pesta kawin, kegiatan keagamaan yang melibatkan orang banyak, dan kegiatan lain yang menciptakan kerumunan.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi – Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas